Pengedar Asal Madura Dibekuk Polisi Setelah Kedapatan Menyembunyikan Sabu

 155 total views,  4 views today

 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum Saat Merilis Tersangaka Beserta Barang Buktinya
Caption Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum Saat Merilis Tersangaka Beserta Barang Buktinya

Surabaya, Indonesia Jaya Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengamankan dua terduga pengedar sabu di wilayah dusun Waru Pamekasan Madura, pada Minggu (18/10/2020).

Dalam pengungkapan tersebut diamankan dua tersangka antara lain berinisial MS (50) dan IM (43) yang kesemuanya adalah warga Pamekasan Madura.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum S.Si.,M.H, mengatakan, pengungkapan tersebut berawal adanya informasi kalau ada pengiriman paket jalur ekspedisi berisi narkoba dengan tujuan Pamekasan Madura sebanyak 11 bungkus plastik yang disimpan dalam Powerbank.

“Saya segera kirim anggota untuk melakukan penangkapan di alamat yang di tuju,” jelasnya di Mapolres Tanjung Perak Surabaya, Senin (19/10/2020).

Ganis mengatakan, setelah di alamat lokasi, petugas melakukan penyanggongan terhadap barang paketan tersebut. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya muncul tersangka MS,” jelasnya.

Begitu tersangka MS mengambilnya, kata Ganis, lalu segera dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.

”Dari MS didapat nama IM sebagai orang yang menyuruh MS mengambil barang tersebut,” lanjutnya.

Atas informasi itu, lalu Ganis, melakukan penangkapan terhadap IM.

”Tersangka IM mengaku kalau disuruh DM (DPO) yang saat ini berada di Malaysia,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, lanjut Ganis, IM mengaku akan mendapat imbalan satu buah sepeda motor.

“Tetapi saat paketan diterima sudah keburu ditangkap anggota,” jelas eks penyidik KPK ini.

Setelah melakukan penangkapan,dua tersangka diamankan dengan sejumlah barang bukti antara lain sabu seberat lebih kurang 1,229 gram.

Kepada ke dua tersangka akan dijerat dengan pasal 114 (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi pidana penjara seumur hidup.(Onk)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!