Walikota Surabaya Tri Rismaharini Resmikan Pasar Burung dan Akik di Dolly

 216 total views,  4 views today

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan pasang burung dan akik di dolly
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan pasar burung dan akik di dolly

Surabaya,Indonesia Jaya – Wajah eks kawasan lokalisasi Dolly kembali berbenah, kali ini Pemkot Surabaya mendirikan Pasar Burung dan Akik di Kawasan Kupang Gunung Timur.

Pasar-pasar itu telah diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Diharapkan kemunculan tempat tersebut mampu mengatrol perekonomian warga sekitar.

Rencana Risma, pasar itu nantinya juga akan difungsikan sebagai salah satu tempat menggelar perlombaan burung.

Nanti ada perlombaan burung juga,Saya tadi juga sudah suruh untuk mengadakan lomba burung supaya ramai. Nanti kalau ramai kan bisa untuk akses ekonomi,” ujarnya kepada wartawan, seusai melakukan peresmian, Rabu (21/10/2020).

Tri Rismaharini juga menyatakan bahwa pembangunan dua pasar di satu lokasi yang sama ini merupakan permintaan warga.

Dulu pada waktu saya tanya ini untuk apa, warga minta pasar akik sama pasar burung, ya sudah kita penuhi,” jelas Risma.

Baca juga : Relawan Erji Tegalsari Bergerak Saling Menyapa Buktikan Para Pendukung Solid

Dengan adanya pasar burung dan akik serta perlombaan burung bisa membantu perekonomian warga di sekitar pasar tersebut supaya bisa berjalan dan berangsur – angsur pulih, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Paling penting bagi Pemkot bagaimana warga bisa mengakses perekonomiannya lebih baik,” imbuhnya.

Sementara menurut Iman Krestian, selaku Kepala Bidang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRPCKTR) Surabaya, pasar yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi itu memiliki dua lantai. Dimana setiap lantainya terdapat 26 stand pasar burung dan 10 stand penjual makanan.

Iman melanjutkan, sebelum dibangun pasar burung dan akik, lahan tersebut merupakan bekas wisma yang sudah tidak terpakai atau ditinggalkan.

Namun, mengingat masih terdapat struktur bangunan dari bekas wisma, akhirnya pihak Pemkot Surabaya mengalihfungsikan menjadi area pasar.

Jadi ini dulunya salah satu wisma dan memang bangunannya ditinggalkan, banyak yang rusak. Tapi masih ada struktur yang masih bisa digunakan, kayak gedung-gedungnya ini dan struktural sebenarnya juga sudah ada,” terangnya.

Pembangunan kawasan pasar itu dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan permintaan sekaligus terus menjalin koordinasi dengan masyarakat.

Ini semua permintaannya warga, kemarin kita komunikasikan mereka mintanya terbuka. Ternyata setelah dirembukkin lagi ada paguyubannya yang penggemar burung itu mau tertutup, karena kasian burungnya kepanasan,” kata Iman.{Onk}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!