Upacara Adat Ngunjung Syekh Magelung Sakti Desa Karang Kendal

 745 total views,  4 views today

Upacara Adat Ngunjung Syekh Magelung Sakti Desa Karang Kendal Di Tengah Pandemi Covid-19

Iring iringan Camat beserta para Kuwu ke Lokasi makam Syekh Magelung Sakti Karang Kendal
Iring iringan Camat beserta para Kuwu ke Lokasi makam Syekh Magelung Sakti Karang Kendal

Cirebon,IndonesiaJaya-
Adat istiadat yang menjadi ciri kebudayaan dan kearipan lokal di kabupaten Cirebon, yang merupakan serangkaian adat desa yang turun temurun di laksanakan tiap tahunya oleh masyarakat cirebon, salah satunya Desa Karang Kendal Kec. kapetakan,Kab.Cirebon.

Menariknya saat acara ngunjung pemerintah desa dan perangkatnya kompak, mengenakan baju adat khas Cirebon.
Dan yang paling unik saat unjungan/sedekah bumi di Desa Karang Kendal adalah tradisi pembuatan “dodol” yang sangat menarik untuk di nikmati.

Ngunjung Karangkendal adalah tradisi atau adat kebiasaan yang dilakukan masyarakat Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Upacara adat itu diselenggarakan dalam rangka mengenang jasa Syekh Magelung Sakti, Leluhur masyarakat desa tersebut yang telah menyiarkan agama islam di tanah Cirebon, khususnya dalam upaya menaklukan dan mengislamkan Prabu Cakraningrat dari kerajaan Rajagaluh Majalengka.

Dalam upacara Ngunjungan Karangkendal itu intinya adalah melakukan Tahlilan sebagai ungkapan do’a dan syukuran atas jasa Syekh Magelung Sakti yang telah gigih mengambil peran melakukan Dakwah islam di wilayah Cirebon.

Untuk menghormati para tamu dari berbagai daerah lain, yang datang dalam upacara itu, masyarakat Karangkendal membuat dodol, sebagai hidangan dan oleh oleh bagi mereka. Bahan dasar pembuatan dodol berupa tepung beras ketan, gula merah, terkadang dicampur dengan gula pasir, serta santan kelapa. Bahan bahan tersebut dimasak menggunakan GRENGSENG, sejenis wajan besar terbuat dari tembaga. Agar menghasilkan dodol yang berkualitas, dalam pemasakannya selalu diaduk aduk terus menerus hingga merata. Pengerukannya terbuat dari tembaga yang bergagang kayu. Biasanya pembuatan dodoi dilakukan siang hari dari pukul 07.00 hingga 17.00, kadang juga dilakukan malam hari, seusai sholat isya hingga menjelang waktu subuh.

Menurut sejarah, pembuatan dodol tersebut dilakukan Syekh Magelung Sakti dimasa lalu, sebagai ungkapan terimakasih kepada kedua orang pembantunya, yakni Ki Wandan dan Ki Campa, karena keduanya demikian setia dalam menemani pengembaraan leluhur masyarakat karangkendal itu sejak dari tanah kelahirannya di Syam (Syiriah) hingga sampai di karangkendal. Konon, Ki Wandan dan Ki Campa sangat menyukai dodol itu, yang dimasa lalu, makanan itu disebutnya.

Menurut keterangan Camat Kapetakan Carsono menegaskan pada Media,”sebenarnya upacara ini adalah upacara yang selalu di laksanakan dalam setiap tahunnya walaupun dalam suasana pandemi covid-19,tapi kita selalu mengutamakan adat yang ada di wilayah kecamatan kapetakan khususnya di Desa Karang Kendal untuk menghormati jasa syekh magelung sakti dalam masanya,karena walau bagaimanapun kita tetap mengutamakan standar kesehatan dengan menggunakan masker,dan berusaha menjaga jarak semaksimal mungkin,karena di wilayah kecamatan kapetakan masih dalam zona kuning.Carsono juga menambahkan,dan untuk keamanan di lingkungan masih berjalan secara kondusif.Pungkasnya.
(Yatno)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!