Ratusan Warga Tambak Wedi Bersama Pemuda Pancasila PAC Kenjeran Gruduk Rusun

 461 total views,  4 views today

Warga bersama pemuda pancasila demo rusun
Warga bersama pemuda pancasila demo pembangunan rusun

Surabaya,Indonesia Jaya – Didampingi Ormas Pemuda Pancasila (PP) PAC Kenjeran, Ratusan warga Tambak Wedi Surabaya geruduk lokasi pembangunan Rumah Susun Tambak Wedi. Warga menuntut agar pembangunan Rumah Susun dihentikan, Selasa (27/10/20) sekitar pukul 10.00 WIB.

Permintaan warga Tambak Wedi tersebut bukan tanpa alasan, karena dari pembangunan Rusun Tambak Wedi yang dikelola oleh PT. Tiga Mas Mitra Selaras tersebut, mengakibatkan banyak rumah warga yang rusak, terutama dibagian temboknya.

Selain itu, warga yang terdampak atas pembangunan Rusun Tambak Wedi tersebut meminta ganti rugi atas kerusakan rumahnya. Warga meminta Bapak Sony selaku Kepala Proyek untuk hadir dan mempertanggungjawabkan kerusakan rumah warga.

Adapun rumah warga yang mengalami kerusakan yakni diantaranya, RT 06,08,11, 12. Karena Dampak pembangunan Rusun warga mengalami banyak kerugian material.

Baca juga : Rumah Jadi Baru Berkat Program RUTILAHU

Saat tiba dilokasi proyek, ratusan warga yang didampingi oleh Ormas PP meminta para pekerja untuk menghentikan aktivitasnya. Hal tersebut dilakukan karena belum ditemukan titik temu antara warga dengan pihak proyek terkait kompensasi atas kerusakan rumah warga.

Samsuud selaku RW 02 mengatakan, warga merasa dirugikan dan tidak ada pemberitahuan sama sekali oleh pihak proyek itu. Maka dari itu masyarakat adakan demo seperti ini.

“Kalau masalah mau membangun ya bangun saja, tapi warga sekitar jangan sampai di rugikan. Kurang lebih 3 bulan proyek pembangunan rumah susun tersebut berjalan, banyak rumah warga yang rusak,” ujarnya.

Zainal Arifin selaku Ketua RT 11 juga menjelaskan, mulai pembangunan rumah susun, tidak ada konfirmasi dari pihak manapun, termasuk dari pihak proyek.

“Padahal banyak rumah warga kami yang mengalami kerusakan, itu pun tidak ada kejelasan dari pihak proyek tersebut. Kami berharap ada kompensasi atas rusaknya rumah warga,” katanya.

Salah satu warga yang rumahnya rusak yakni, Muina warga RT 11. Perempuan tersebut menambahkan, rumahnya hancur akibat pembangunan rumah susun dan dirinya berharap segera ada kompensasi ganti rugi atas rumahnya yang rusak.

“Selain itu, pengerjaan proyek hingga larut malam tersebut, sangat menganggu warga yang tengah beristirahat,” Pungkasnya.(Hd1)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!