Ketua DPC PDIP Surabaya dan Ketua DPC PBB Surabaya Turun Gunung Kampanye Di Basis Lawan

 183 total views,  3 views today

 

Warga Manukan Kulon Tandes Surabaya kampanye bersama Ketua DPC PDIP dan Ketua DPC PBB
Caption Warga Manukan Kulon Tandes Surabaya kampanye bersama Ketua DPC PDIP dan Ketua DPC PBB

Surabaya, Indonesia Jaya – Masa kampanye yang memasuki hari ke -36 atau separuh dari waktu yang berikan oleh pelaksana pilkada kota Surabaya, membuat banyak dukungan dari warga kota Surabaya khususnya untuk pasangan Eri Cahyadi dan Armuji nomer urut 1. Untuk akhir pekan ini pun banyak permintaan warga agar ErJi serta partai pengusung dan pendukungnya diminta hadir agar bisa memaparkan visi misi calon.
Arifin Ketua RW 3 manukan Kulon bersama jajaran pengurus RT diwilayahnya mengatakan,” kami siapkak para relawan untuk menjadi panitia pelaksana acara seni musik yang dikemas dengan menghadirkan jurkam jurkam ErJi, seperti Adi Sutarwijono Ketua DPC PDIP dan Samsurin Ketua DPC PBB agar warga kami semakin paham Konsep Kesejahteraan yang menjadi visi Misi Cak ErJi,” kata Arifin

Bersama dengan itu pula dalam orasi yang sampaikan oleh Surin yang menjelaskan,” bahwa warga di manukan kulon tidak perlu takut pilih ErJi walau di sini basis suara partai pendukung lawan, Program yang disiapkan erji untuk menyejahterakan warga sangat rasional dengan APBD kota surabaya yang cukup berimbang, 20 persen untuk Infrastruktur, 20 persen khusus pendidikan, 40 Persen Untuk Operasinal, serta 20 persen untuk sosial dan kebudayaan, eri dan armuji berpengalaman dalam hal ini insya Allah Kota ini maju dan bermartabat tanpa hutang janji kepada rakyat“ terang Surin.

Lanjut Surin,” Pilkada Kota Surabaya ini adalah Adu Konsep Besar membangun Kota yang relistis dan tidak mengada ngada, warga tak butuh mimpi tapi butuh kesejahteraan yang pasti, calon pemimpin yang bermodal moral sangat dibutuhkan dari pada hanya bermodal pamer kemewahan,” tegas Surin.

Adi Sutarwijono Menjelaskan,” secara rinci bahwa perioritas ErJi yang pertama Surabaya bebas pandemi, jika bisa memanage pandemi menjadi zona hijau maka kesejahteraan mengiringinya dengan program khusus meniadakan pengangguran di kota Surabaya dengan cara setiap investasi wajib mengkaryakan warga kota ber E-KTA surabaya.” Ucapnya

Untuk mengentas kemiskinan disamping terus memberikan bantuan makanan yang selama ini sudah berjalan, ErJi menberikan gratis BPJS bagi warga yang berpenghasilan di bawa 10 juta serta mengratiskan biaya pendidikan. Bea siswa sekolah menengah ke atas serta bea siswa keluar negri yang berlaku untuk sekolah negeri, swasta maupun di pondok pesantren, Erji juga menyiapkan tenaga pendidik pilihan untuk membantu aktivitas les privat di tingkat RT. Semuanya gratis, Itu lah sebagian konsep besar untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran serta beratnya biaya pendidikan di kota Surabaya, selaim itu semua ErJi memberikan jaringan usaha agar sekto pelaku usaha bekerjasama membesarkan para UKM UMKM seiring bersama ditengah kondisi wabah ini,” tutur Adi Sutarwijono. (Hd1)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *