Aksi Tolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja Ratusan KSPI-FSPMI Sambangi Kantor Bupati Cirebon

 90 total views,  2 views today

 

Para aksi yang melakukan aksi penolakan
Para aksi yang melakukan aksi penolakan

Cirebon,Indonesia Jaya – Situasi pandemi corona virus desease 19 (covid 19) yang belum juga belum berakhir di Indonesia telah memberikan dampak buruk bagi kaum pekerja. Banyak perusahaan yang menjadikan covid 19 sebagdi alasan jitu untuk memPHK karyawannya dengan atau tanpa pesangon yang seharusnya.

Begutu juga halnya yang sedang terjadi di depan kantor Bupati Cirebon, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengadakan aksi terkait pencabutan UU Cipta kerja, senin (02/11/20).

Personil kepolisian yang melakukan pengamanan aksi
Personil kepolisian yang melakukan pengamanan aksi

Disahkannya UU Omnibuslaw oleh DPR pada 5 Oktober 2020 yang lalu, dan sudah dikirimkan ke Presiden Indonesia jelas telah melukai hati kaum buruh.Ternyata penolakan UU Omnibuslaw yang selama ini dilakukan kaum buruh, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat nyatanya tidak membuat hati anggota DPR terbuka dan tergugah atas jeritan nasib para buruh/pekerja.

Kaum buruh pun dibuat syok khususnya di Kabupaten Cirebon ketika beredarnya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dengan nomor : M/II/HK.04/X/2020 tentang penetapan upah minimum tahun 2021. Dalam surat edaran tersebut menjelaskan bahwa upah tahun 2021 tidak ada kenaikan. artinya, upah tahun 2021 sama dengan upah 2020. Tidak adanya kenaikan upah yang notabene menjadi urat nadi kaum buruh jelas akan memperburuk kondisi kaum buruh dan menurunkan daya beli masyarakat yang mayoritas adalah kaum buruh. Menurunnya daya beli masyarakat pun dapat memperburuk kegiatan ekonomi. Hal ini sangat beralasan dimana ketika perubahan tahun maka akan terjadi kenaikan harga-harga kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sembako.

Baca juga ; Baksos Karang Taruna Desa Karang Wareng Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2020

Menurut keterangan Sekjen FSPMI Cirebon Raya Moh. Machbub, S.Kom menuturkan pada media,” kami Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FSPMI ) Cirebon Raya akan melakukan Aksi Unjuk Rasa penolakan Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja pada Senin, 2 November 2020. Dan aksi hari ini dilakuan juga serentak di 24 Provinsi dan terpusat bertempat di MK, DPR RI serta Istana Presiden oleh kawan kawan serikat buruh/ serikat pekerja KSPI-FSPMI dan buruh Indonesia lainnya. Adapun beberapa tuntutan kami adalah meminta surat kepada Walikota/Bupati/DPRD Kota/Kab. Cirebon yang berisi diantaranya, yang pertama, meminta Presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut Omnibuslaw UU Cipta Kerja, kedua, meminta pimpinan DPR-RI mengeluarkan Legislatif Review yang membatalkan Omnibuslaw UU Cipta Kerja,dan yang ketiga, meminta Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur Se-Indonesia untuk menaikkan dan menetapkan Upah Minimum Tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK). Machbub juga menambahkan, kami berharap buruh dan semua elemen masyarakat dapat dan ikut mendukung perjuangan yang kami lakukan atas nama kaum buruh/pekerja Cirebon. Karena Aksi yang kami lakukan saat ini adalah ikhtiar, atau perjuangan kami demi menciptakan sistem ketenagakerjaan masa depan yang lebih baik.” Pungkasnya. (Yatno)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *