Perkampungan Dukuh Setro 9A Surabaya Gelar Nobar Debat Pilwali

 118 total views,  4 views today

 

Nobar Bersama Di Kampung Gading Bersatu Dukuh Setro 9 A
Nobar Bersama Di Kampung Gading Bersatu Dukuh Setro 9 A

Surabaya, Indonesia Jaya – Para pendukung paslon juga tidak diharapkan berada di area sekitar hotel. bahwa pilkada pada masa pandemi Covid-19 tidak memungkinkan suatu kegiatan dihadiri banyak orang. Dengan begitu, pihaknya tidak berharap ada kerumunan massa dalam jumlah besar di area lokasi tempat berlangsungnya debat kandidat. Jika ada yang tetap nekat berdatangan, KPU tidak akan bertanggung jawab atas kondisi itu.
Eri juga berkomitmen untuk mengubah dan mentranformasi Kota Pahlawan agar menjadi lebih baik lagi. Selain akan melanjutkan keberhasilan program-program yang sudah dilakukan oleh Risma, Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji menegaskan komitmen untuk melanjutkan program terbaik yang selama ini sudah ditelurkan oleh Wali Kota Tri Rismaharini.
Dia akan bekerja keras agar tidak ada rakyat Surabaya yang terlantar karena tidak bisa berobat, tidak ada anak yang putus sekolah karena orang tuanya tidak bisa membiayai, dan tidak boleh ada rakyat yang tidak bisa makan karena kehilangan pekerjaan.
“Kami akan menggunakan APBD untuk menggerakkan ekonomi rakyat, dan menciptakan iklim investasi dan partisipasi semua lapisan masyarakat di Kota Surabaya,” katanya.

Mantan Kepala Bappeko itu pun juga memenyinggung mengenai nilai APBD Surabaya yang bernilai Rp 10 triliun. Ia ingin nilai sebesar itu agar seutuhnya bisa menjadi anggaran untuk rakyat. Ia mengatakan, setiap rupiah dari APBD Surabaya harus untuk kepentingan rakyat. Diketahui, Pilkada Surabaya 2020 diikuti oleh dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Eri Cahyadi-Armuji diusung oleh PDIP dan didukung oleh PSI serta sejumlah partai non-parlemen. Sementara Machfud Arifin-Mujiaman diusung oleh PKS, PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, Gerindra dan PAN. Eri juga berkomitmen untuk mengubah dan mentranformasi Kota Pahlawan agar menjadi lebih baik lagi. Selain akan melanjutkan keberhasilan program-program yang sudah dilakukan oleh Risma, Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji menegaskan, komitmen untuk melanjutkan program terbaik yang selama ini sudah ditelurkan oleh Wali Kota Tri Rismaharini.
Dia akan bekerja keras agar tidak ada rakyat Surabaya yang terlantar karena tidak bisa berobat, tidak ada anak yang putus sekolah karena orang tuanya tidak bisa membiayai, dan tidak boleh ada rakyat yang tidak bisa makan karena kehilangan pekerjaan.

“Di Surabaya ternyata masih banyak kawasan kumuh seperti di Asem Rowo yang penuh sampah, kemudian di Krembangan juga banyak sampah,” kata Cawali Machfud Arifin.
Menurut dia, kriteria mendapatkan kawasan layak huni adalah ketersediaan perumahan, ketersediaan air bersih, ruang publik dan sanitasi. Sedangkan di Surabaya masih ada 100 ribu kepala keluarga (KK) yang tidak punya jamban.

“Masalah banjir, ternyata kampung-kampung baru punya saluran tapi tidak terhubung dengan saluran besar. Machfud-Mujiaman memiliki program berupa anggaran Rp150 juta per RT agar RT bisa membangun saluran air,” katanya.

Eri Cahyadi dan Machfud Arifin dalam debat publik pilkada
Eri Cahyadi dan Machfud Arifin dalam debat publik pilkada

Sementara itu, Cawali Surabaya Eri Cahyadi mengatakan berdasarkan dari data dari Dirjen Cipta Karya bahwa kawasan kumuh di Surabaya sudah 0 persen.
“Kumuh itu tidak hanya pandangan mata, tapi juga data,” katanya.
Menurut dia, Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Adipura Kencana sebanyak lima kali berturut-turut, 30 penghargaan internasional dan 286 penghargaan tingkat nasional.
“Ini menunjukkan data itu yang bicara kalau 0 persen itu dari dirjen cipta karya,” katanya.

Nobar Warga Dukuh Setro Suprayitno yang juga mantan PNS dan Camat di Surabaya Mengatakan,” Debat Publik Calon walikota dan Wakil Wali kota, Erik adalah anak buah Risma.
Pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.
menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.
Ia juga menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).
Eri selalu pulang melebihi jam batas kerja.
Hal itu dilakukannya karena ia memang menikmati pekerjaan sebagai birokrat yang diembannya jelas debat yang dilontarkan Eri Cahyadi benar sesuai data-data yang benar.” Ucap Suprayitno (yahya)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!