Jembatan Bambu Senilai Rp 1,2 Miliar di Ecowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Mangkrak

 251 total views,  2 views today

Jembatan Mangkrak
Jembatan Mangkrak

Surabaya,Indonesia Jaya – Ecowisata Hutan Mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut, mulai menggeliat. Sudah makin banyak pengunjung yang menikmati wisata alam di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) ini. Namun, iklim wisata yang sudah terbangun di masa pandemi ini terganggu dengan Jembatan Bambu mangkrak. Jembatan yang konon berkonstruksi cor dan kawat baja mulai ndoyong. Selasa (10/11/20)

Pantauan di lokasi, jembatan yang tampak didominasi konstruksi kayu bambu itu bisa dibilang hendak ambruk. Konstruksi utama berusia cor dan tiang beton ndoyong. Fondasi pilar ini seperti tercerabut.

“Sudah lama kondisinya begitu. Ape ambruk. Tanah di sini gerak. Mulane tidak boleh dinaiki,” kata Faisal, salah satu petugas jaga di Ecowisata Mangrove Wonorejo, dikutip dari Surya.co.id

Ecowisata Hutan Mangrove Wonorejo, dirintis sejak 2007. Kemudian pada 2010 mulai tumbuh kesadaran masyarakat sekitar untuk peduli dan menjaga hutan mangrove agar tak terjadi gerusan ombak atau abrasi. Saat ini kondisi destinasi wisata tersebut agak terganggu karena ada jembatan bambu yang mangkrak. Jembatan ini sebenarnya unik dan eksotik karena berhias bambu. Instagrambable. Dibangun sekitar 2017. Jembatan bambu itu sudah membentang sepanjang 300 meter. Rencananya diperpanjang hingga 450 meter. Namun, jembatan itu tidak sampai tuntas dikerjakan hingga kondisinya saat ini nyaris ambruk.

Persis di pintu utama wisata mangrove menggantung hamparan jembatan bambu. Di atas lorong pintu masuk tertera tulisan mencolok berlogo Pemkot, “Jangan Naik, Jembatan Dalam Pengawasan”.

Jembatan dengan lima pilar itu tak lagi tegak. Jembatan ini sebenarnya didesain mirip jembatan gantung. Kawat baja membentang mengait satu sama lain. Sejumlah bambu di dalamnya dilapisi baja. Antar bambu diikat dengan tali rumbia hitam atau duk. Namun saat ini kondisinya rontok. Proyek Jembatan Bambu ini dibangun di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Baca Juga ; LaNyalla Minta Pemprov DKI Segera Realisasikan Fasilitas Bersepeda

“Eman. Banyak pengunjung ingin naik tapi tidak berani karena sudah ada peringatan,” kata Faisal lagi, dikutip dari Surya.co.id

Sejak 2017 jembatan sepanjang 300 meter itu dibangun dengan anggaran APBD. Saat surya mengamati konstruksi jembatan, pada pilar utama jembatan terbuat dari beton. Namun pada main pilar yang di akses wisata Hutan Mangrove, ratusan bambu ditata rapi dengan dikaitkan dengan tali serabut.

Sementara pada sisi tengah jembatan menggantung tali baja seperti jembatan gantung. Kini rontok. Jembatan Bambu Mangrove Wonorejo itu dibangun dengan APBD senilai Rp 1,2 miliar. Namun, sudah beberapa tahun mandek tak dituntaskan hingga mangkrak saat ini.

Dikutip dari Surya.co.id, Kondisi ini menjadi sorotan serius Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron.

“Proyek jembatan bambu ini hanya proyek Pemkot sesaat tanpa didukung perencanaan proyek yang tepat. Pemborosan anggaran dan membuktikan tidak mumpuni dan ceroboh,” kata Buchori.

Dia menduga bahwa proyek itu hanya proyek mercusuar sesaat. Pemkot hanya meluapkan emosionalnya ingin membangun citra wisata, namun tidak diimbangi dengan kemampuan pengerjaan proyek yang baik. (red)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *