Momen Hari Pahlawan, Machfud Ziarah Makam Wali Kota Moestadjab

 199 total views,  6 views today

MA ziarah di makam Walikota Moestadjab
MA ziarah di makam Walikota Moestadjab

Surabaya,Indonesia jaya – Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin memiliki cara sendiri untuk memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember. Pasangan Mujiaman dalam Pilwali Surabaya 2020 ini memilih mengunjungi makam Wali Kota Surabaya ke-3 Raden Moestadjab Soemowdigdo alias Wali Kota Mustajab di Makam Islam Pegirian Karang Tembok Kelurahan Sodotopo Kecamatan Semampir.

Machfud mengatakan, Raden Moestadjab Soemowdigdo memiliki legacy yang luar biasa hingga namanya diabadikan sebagai nama jalan Wali Kota Mustajab di Balai Kota Surabaya. Karenanya, Raden Moestadjab harus dikenang sebagai wali kota yang memiliki banyak peninggalan.

“Ini tadi saya acara di Ampel lalu mampir ziarah ke makam wali kota Mustajab yang namanya jadi jalan di Balai Kota, beliau punya legacy dan peninggalan untuk kota Surabaya, ini patut diaprisiasi,” ujarnya, Selasa (10/11/20).

Arek Ketintang Surabaya ini memandang, hari pahlawan harus dijadikan momentum untuk merawat ingatan tentang perjuangan para pendahulu bangsa, utamanya di Surabaya. Sehingga, semua peninggalan yang baik harus dirawat, dan yang belum tersentuh pembangunan harus mendapatkan perhatian.

Baca juga ; Warga Krembangan Jaya Selatan 2,Senam Bareng Bersama Forsatu Erji

“Dirawat (makam Raden Moestadjab)? Saya akan rawat jika terpilih pada 9 Desember mendatang,” katanya saat ditanya kesiapannya merawat makam Wali Kota Moestadjab.

Sebagai wali kota Surabaya, makam Raden Moestadjab Soemowdigdo dan istrinya yang berada di sebelahnya Ny. R. A Isminah Moestadjab tidak pernah dirawat sama sekali. Makamnya banyak ditumbuhi rumput liar dan tertutup semak-semak. Beruntung ada Paguyuban Seni Budaya Nusantara (Paseban) yang memiliki kepedulian tinggi terhadap makam pemimpin kota Surabaya. Pada tahun 2015, Paseban memiliki inisiatif membersihkan makam Raden Moestadjab beserta istrinya.

“Sejak 2015 kami bersihkan dan rawat seadanya sampai sekarang,” ujar anggota Paseban Dhahana Adi Pungkas.

Penulis Surabaya punya cerita ini mengatakan, Raden Moestadjab tercatat sebagai wali kota ke-13 sejak masa kolonial atau penjajahan. Dan menjadi wali kota ke-3 pada era reformasi. Dia memimpin Surabaya dari 1952-1956. Karirnya dimulai sebagai wakil wali kota Surabaya pada tahun 1950-1952.

Baca juga : Malam 1000 Lilin, Tasyakuran Menyambut Hari Pahlawan 10 November

“Wali Kota pertama Rajamin Nasoetion, kedua Doel Arnowo, dan ketiga Wali Kota Moestadjab, beliau juga pernah menjadi Bupati Jombang pada 1949-1950,” ungkapnya.

Ipung, sapaannya mengatakan, Raden Moestadjab sebagai sosok yang merealisasikan pembangunan Tugu Pahlawan dengan dana swadaya dari masyarakat. Selain itu, dia juga menjadi dewan presidium yang meresmikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.(Ratna)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!