Arek-Arek Surabaya Ingin Memajuakan Sejarah Wisata Air Dan Kuliner Sungai Kalimas

 243 total views,  3 views today

Aliran sungai wisata Brantas
Aliran sungai wisata Brantas

Surabaya,Indonesia Jaya – Perkumpulan Arek-arek Surabaya dengan nama Jogoboyo, Laskar Suroboyo, Roodebrug Soerobaia, pemuda yang peduli kota Surabaya serta ikut menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada dikota pahlawan, memang ingin menghidupkan kembali kawasan Wisata Air juga kuliner jawa timuran. Pemerintah kota satpol PP, Linmas, mengawal dan membatu perahu karet hari minggu (15/11/20).

Suroboyo sering diartikan sebagai lambang pertempuran antara darat memiliki sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Sungai Kalimas yang legendaris itu, di area yang dulu sangat penting dan sibuk dengan perdagangan komoditas di kota ini. Banyak perahu-perahu lalu-lalang melewati sungai ini. Jembatan Peneleh memang punya sejarah yang sangat kuat. Dibangun tahun 1900, jembatan ini menjadi saksi berkembangnya kota Surabaya sejak dari kota tua di kawasan Jembatan Merah.
Kalimas sungai pemecah dari selatan sampai utara menghubungkan wilayah hulu, yang kaya akan hasil bumi, dengan wilayah hilir yang menjadi pintu transportasi antar pulau dan bahkan antar Negara.

Sungai Bersejarah Di Surabaya Kalimas
Sungai Bersejarah Di Surabaya Kalimas

Menurut Kusnan Hadi juga pelopor Jogoboyo Jika sekarang Kalimas difungsikan sebagai jalur wisata sungai, maka potensi historis yang pernah berdiri dan ada di sepanjang aliran sungai ini dapat terkuak dan tersaji dengan apik. Kita ambil START dari tengah kota, misalnya dari monumen Kapal Selam (Monkasel), dipakai sebagai monumen untuk mengingatkan warga Surabaya akan ramainya sungai Kalimas di masa lampau.” ucap Kusnan Hadi” pada Media Indonesia Jaya.

Baca juga : Surabaya Comumunity (SC) “FLASHMOB” Peringati Hari Pahlawan Era Pandemi

Di kawasan ini, dengan bangunan bangunan yang menghadap ke Kalimas, menjadikan kawasan ini sebagai Water Front nya Surabaya. Sederetan gedung gedung tua di jalan jembatan merah (dulu Willemskade) adalah perwajahan Water Front yang tidak jauh beda dari water front di negeri Belanda.
Dari sungai inilah pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya berkembang. Bentuk dan tata kota Surabaya pun menemukan arahnya dari sungai yang merupakan terusan dari sungai Brantas.

sungai Kalimas mempunyai lebar antara 20 hingga 35 meter, dan memiliki panjang sekitar 12 kilometer membentang dari Wonokromo sampai kawasan Semampir. Pantas jika di masa lalu sungai ini menjadi jalur transportasi utama, semoga perjuangan Arek-Arek Suroboyo ini bermanfaat buat generasi muda melenial dapat mengetahui sejarah surabaya atau bangsanya, ungkapnya. ( Yahya )

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *