Arek Surabaya Akan Melawan Paham Radikalisme

 139 total views,  2 views today

Ning Surabaya ikut andil menghalau Radikalisme
Ning Surabaya ikut andil menghalau Radikalisme

Surabaya, Indonesia Jaya – Surabaya kota pahlawan punya nilai-nilai Pancasila menyediakan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang merupakan nilai universal yang digali oleh para para pendiri republik ini dari keberagaman tradisi di Indonesia. Radikalisme yang berujung pada kekerasan tidak hanya berseberangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, tapi juga bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan semua agama.
Keluarga besar Sakera kota surabaya mempersatukan kedaulatan Rakyat Pemerintah, dan juga kita, sama-sama memiliki tanggung jawab dalam menangkal gerakan radikal agar tidak semakin berkembang lebih parah. Pemerintah harus mampu menelaah akar permasalahan radikalisme dengan sedetail mungkin dengan memanfaatkan fungsi intelijen negara dan perangkat-perangkat terkait lainnya. Ketika pemerintah telah mendapat data yang cukup mengenai akar permasalahan radikalisme, maka selanjutnya diperlukan sosialisasi secara luas mengenai bahaya terkait bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan soialisasi yang luas secara bersama-sama, maka kita pun akan semakin waspada mengenai ancaman radikalisme untuk kemudian fokus membangun negeri dengan cinta damai.” ucap Hasanudin” koordinator Sakera juga Aktivis

Para peserta
Para Peserta Demo

Paham radikalisme merupakan pemikiran di mana penganut paham ini bersikap tidak mau menghargai hak orang lain, November 22-2020 pendemo 200 orang dengan aksi damai ini kami mengajak Seduluran Surabaya menjaga Tanah Air tercinta khususnya kota pahlawan.
Heru juga pendemo sangat prihatin saat ini kita menghadapi dua virus yang menguras perhatian masyarakat yaitu virus Corona-19 dan virus radikalisme di kalangan generasi muda.
“Paham radikalisme nyata di depan kita. Agar tidak terus meluas, seluruh elemen masyarakat harus dioptimalkan membendung paham ini. Jangan sampai kita abai dan justru kecolongan, bahkan radikalisme ini justru banyak menjangkiti kalangan terdidik.” ungkapnya (yahya)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *