Investasi Bodong Senilai 15 Miliar di bongkar Krimum Polda Jatim

 95 total views,  4 views today

 

(Tengah) Kabid Humas Polda Jatim memperlihatkan barang bukti investasi bodong
(Tengah) Kabid Humas Polda Jatim memperlihatkan barang bukti investasi bodong

Surabaya, Indonesia Jaya – Sejumlah Rp. 15 Milyar diduga digelapkan oleh Panji Permana (39) warga Kediri. Kasus penipuan dan penggelapan ini terbongkar setelah adanya laporan polisi nomor LP-B/636/VIII//RES.1.11/2020/UM/SPKT Polda Jatim. Kegiatan ungkap kasus Investasi Bodong dilakukan di halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya. Kegiatan ungkap kasus dipimpin langsung oleh Kabidhumas Polda Jatim dan Wadireskrimum Polda Jatim.Rabu (25/11/20)

“Kasus penipuan dan penggelapan ini terbongkar setelah adanya laporan polisi nomor LP-B/ 636/ VIII/ RES.1.11/ 2020/ UM/SPKT Polda Jatim yang dibuat oleh korban pada tanggal 10 Agustus 2020,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Lanjut Trunoyudo, Polda Jawa Timur melakukan pengungkapan terkait laporan masyarakat pada tanggal 10 Agustus 2020, yaitu tentang adanya penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam KUHP.

“Laporan polisi itu dibuat oleh MFEM, warga Gresik, bersama sekitar 20 korban lainnya. Para korban ini mengaku tertipu dengan ajakan berinvestasi oleh pelaku dalam bentuk Forex (foreign exchange), yakni jual beli valas atau mata uang asing,” tuturnya.

Menurut Trunoyudo, diminta oleh pelaku untuk menyetor sejumlah uang mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pelaku menjanjikan keuntungan sebesar 5 sampai 6 persen dari setiap uang yang disetor korban.

“Jika diakumulasi dari total uang yang disetor korban, total semua mencapai Rp. 15 Miliar,” terangnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain puluhan dokumen lengkap berupa surat-surat kendaraan, surat perjanjian dan rekening tabungan serta tiga unit mobil mewah.

Selain itu, sebuah rumah yang dijadikan pelaku sebagai kantor investasi berlokasi di Perumahan Citra Garden Cluster Green Hill, Sidoarjo, juga disita polisi.

Meski pelaku telah diamankan,pihaknya akan terus melakukan penyelidikan mendalam. Karena disinyalir masih banyak pihak yang menjadi korban pelaku “tambah Truno.

“Maka (korban) silakan melaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu,” tutupnya. ( S nto)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!