Pegawai Damkar Pemkot Surabaya Dipecat

 165 total views,  2 views today

 

Seorang Pegawai Outsourcing Dinas Damkar KOTA Surabaya di pecat karena dukung paslon 02
Seorang Pegawai Outsourcing Dinas Damkar Kota Surabaya di pecat karena dukung paslon 02

Surabaya, Indonesia Jaya — Pegawai outsourcing Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Pemkot Surabaya, Fahrul Suganda diberhentikan dari pekerjaannya lantaran mendukung pasangan calon Pilkada Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

SK pemecatan tercantum dalam surat Dinas PMK Surabaya nomor 880/4931/436.7.6/2020. Di tandatangani oleh Kepala Bidang Operasional dan Peningkatan Kapasitas Dinas PMK Surabaya, Bambang Vistadi.

Fahrul di nyatakan telah melanggar ketentuan Pasal 8 huruf b Surat Perintah Kerja Nomor 800/386/436.7.6/2020.

“Melakukan ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya pada kegiatan kampanye salah satu pasangan calon calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya,” mengutip bunyi surat pemecatan.

Fahrul mengatakan, pemecatan itu berawal ketika dirinya terlibat dalam kegiatan pengumpulan massa untuk kampanye Machfud Arifin-Mujiaman pada hari Minggu lalu. Fahrul jg mengatakan semua kegiatan itu di luar tugasnya sebagai pegawai Dinas DAMKAR Pemkot Surabaya.

“Semua itu karena kapasitas saya sebagai Ketua RW 05 Gembong Barat, Kelurahan Kapasan, bukan sebagai pegawai DAMKAR. Bahkan itu hari minggu bukan jam kerja,” katanya Selasa (24/11/20).

Fahrul menceritakan, hal itu bermula saat dirinya terlibat kegiatan pengumpulan massa untuk kampanye Machfud Arifin-Mujiaman pada hari Minggu lalu. Ia mengatakan kegiatan itu di luar tugasnya sebagai pegawai Dinas PMK Surabaya.

Ia merasa aneh saat tiba tiba dipanggil dan kemudian diberi surat pemecatan tanpa ada surat peringatan (SP) terlebih dahulu.

“Pemecatan itu, tanpa SP 1 atau SP 2. Tiba-tiba saya dipanggil dimintai keterangan setelah itu diberi surat pemecatan,” katanya.

Menurutnya, hal ini adalah bentuk kesewenang – wenangan dan arogansi pemimpin di Dinas DAMKAR Pemkot Surabaya. Ia mengaku telah di dzolimi dan diperlakukan tidak adil sebab hak politiknya merasa dirampas.

“Ini negara demokrasi, saya punya hak politik sebagai warga negara. Yang penting saya tidak berkampanye waktu jam kerja, saya juga tidak menggunakan pakaian dinas. Saya sebagai ketua RW,” katanya.

Awak media berusaha mencari informasi tentang pemecatan kepada Kepala Bidang Operasional dan Peningkatan Kapasitas DAMKAR Kota Surabaya, Bambang Vistadi. Namun belum mendapatkan respon samasekali

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Surabaya, Dedi Irianto tidak komentar apapun. Ia hanya menyebut pegawai yang dipecat itu merupakan pegawai kontrak.

“Sampean tanyakan (Bambang Vistadi) karena saya enggak hafal, hubungi Pak Bambang-nya aja. Itu pegawai kontrak, sampean tanyakan Pak Bambang aja,” ujar Dedi, saat dimintai keterangan awak media.(Ratna)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *