Pemilihan Walikota Serasa Pemilihan Ketua Partai, Sapma PP Surabaya Angkat Bicara

 176 total views,  6 views today

Surabaya,Indonesia Jaya – Hanya dengan hitungan hari masyarakat Surabaya akan memilih pilihannya masing-masing. Pesta demokrasi dan masa kampanye sudah semakin terasa di kalangan masyarakat baik berupa offline maupun online. Kita sadari pada saat memasuki masa kampanye, KPU dan semua pasangan calon sudah sepakat dan berkomitmen terkait kampanye damai. Akan tetapi, sangat disayangkan kampanye damai sepertinya belum sampai pada beberapa tim relawan kemenangan. Terbukti adanya oknum yang menggunakan atribut pasangan nomer urut 2 dengan semangatnya berteriak “Hancurkan Risma Sekarang Juga”.

Menanggapi video tersebut, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Kota Surabaya angkat bicara. “Menurut kami, video tersebut sangat meresahkan warga Kota Surabaya. Ini pemilihan walikota, dimana Ibu Risma tidak ikut masuk ke dalam kandidat Calon Walikota, namun mengapa hal itu terjadi”, ujar Dhany Hermawan Salah Satu Senior SAPMA PP Kota Surabaya.

SAPMA PP Kota Surabaya menyoroti video tersebut bukan termasuk kampanye yang damai, namun malah menyebabkan perpecahan. “Banyak yang berkata bahwa itu sebuah bentuk kekecewaan internal partai dan lain sebagainya, namun satu hal yang harus kita ketahui bahwa ini kontestasi politik untuk Walikota bukan untuk Ketua Partai, sehingga menurut saya hal itu tidak pantas terjadi”, imbuh Dody Baladhita Ketua SAPMA PP Kota Surabaya.

Di lain kesempatan, pasangan nomer urut 2 mengatakan, bahwa oknum yang berada di video tersebut bukan merupakan tim kampanyenya. Dengan melihat hal tersebut, SAPMA PP Kota Surabaya mengajak anak muda untuk berkampanye secara damai dan positif.“ Kita sudah cerdas, bukan saatnya bermain politik secara arogan. Saat ini yang dibutuhkan hanya adu gagasan dan kreatifitas, bukan saling salah-salahan apalagi menjelek-jelekkan” tambah Dhany. SAPMA PP Kota Surabaya.

Baca juga : Safari Sholawat PAC IPNU IPPNU Mulyorejo

SAPMA PP Kota Surabaya juga menegaskan bahwa, memilih Walikota juga harus dilihat dari pendukungnya. Ketika pendukungnya melakukan hal serupa, tidak menutup kemungkinan pasangan calon yang diusung juga melakukan hal tersebut. Di sinilah peran anak muda mulai diperhitungkan, berkampanye secara damai dan sopan tanpa menjelek-jelekkan tapi fokus terhadap program dan kesejahteraan. (Red)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!