Diduga Petugas Dinas Lingkungan Hidup(DLH) dan Dinas PUPR Menyalahgunakan Jabatan

 147 total views,  4 views today

 

Kabid penataan ruang dan prasarana jalan
Kabid penataan ruang dan prasarana jalan

Mojokerto, Indonesia Jaya – Musim hujan sudah tiba dan pemotongan beberapa ranting pohon yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten Mojokerto dan dinas PUPR kabupaten Mojokerto.Pemotongan ranting-ranting pohon ini dilakukan agar tidak memakan korban,tapi anehnya kenapa saat tim media Indonesia jaya menanyakan hasil temuan dilapangan pada tanggal 27/11/20 selalu dijawab tidak tau dan belum tau.

Pada hari senin 30/11/20 tim mendatangi kantor dinas PUPR kabupaten Mojokerto untuk konfirmasi dan klarifikasi terkait kegiatan penebangan ranting pohon yang ada di wilayah Mojosari tepatnya jln.niaga,namun kadis belum bisa ditemui karena ada kegiatan lain,maka tim bergeser ke kantor kabid tata bangunan dan prasarana jalan yakni H.hery.

Menurut keterangan H.hery,karena adanya kegiatan pemotongan ranting pohon itu atas permohonan dari dinas lingkungan hidup kabupaten Mojokerto,karena saat musim hujan seperti saat ini,banyak pohon dan ranting yang roboh dan tumbang,biar tidak beresiko maka ada beberapa ranting pohon di kurangi dan yang usia sudah tua di potongi,yang jadi pertanyaan kami,dulu pada saat penanaman pohon itu apa tidak menggunakan anggaran negara?.

Pada saat pemotongan ranting pohon itu tim lagi berteduh di sebuah warung kopi,karena saat itu lagi gerimis,lalu kok ada pemandangan yang agak aneh, beberapa ranting pohon yang sudah terpotong itu dimuat ke truk yang notabene bukan truk dinas,baik dari dinas PUPR ataupun DLH namun truk milik perorangan dengan nopol AD 13XX TC hingga penuh sampai diatas bak truk muatan tersebut.

Selan sekitar hampir 2 jam menanti, berangkatlah truk itu,maka kami ikuti rute yang dilewati, kecurigaan dugaan menyalah gunakan wewenang jabatan semakin kuat ketika truk tidak mengarah ke kantor PUPR kok malah belok ke arah ke Utara kali yakni melintasi raya padangan hingga gedek dan seterusnya,saat melintasi jembatan gedek kok truk belok kiri,looo ini kan arah ke Jombang,mau di bongkar kemana kayu tersebut.Tetap dengan kesabaran memantau laju truk itu,maka sampailah di sebuah desa di wilayah jombang, saat truk sedang bongkar kayu, sopir kita hampiri untuk konfirmasi terkait dokumen apa aja yang dikasih dari dinas PUPR dan DLH? sopir hanya bisa menunjukkan surat disposisi pekerjaan dari PUPR dan surat permohonan pengerjaan dari DLH, Itupun tertanggal 6/11/20 dikeluarkan oleh PUPR,tapi tanggal 27/11/20 masih digunakan, saat kita tanya surat jalan sopir mengatakan tidak ada dan tidak diberi oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pak,ungkap sopir kepada tim media Indonesia jaya.

Batang kayu yang telah bongkar
Batang kayu yang telah bongkar dari truk

Setelah mendapatkan keterangan dari sopir,tim menemui pemilik lahan pembongkaran kayu sekaligus pembeli kayu hasil pemotongan dari Mojosari itu, menurut pengakuan pembeli kayu itu,dia membeli dan memesan dari oknum Kasun ngusikan Jombang,untuk setiap rit penuh itu dia membeli seharga 600 rb – 650 rb, tergantung kwalitas dan voleme dari besar kecilnya kayu itu pak,karena jenis kayu juga jadi ukuran hasil arang ini pak,ungkap pembeli yang tidak mau menyebutkan namanya.

Kembali ke Kabid tata bangunan dan prasarana jalan H.hery, terkait harga jual yang diterapkan oknum Kasun itu saya tidak tau,karena selama ini setau saya Kasun itu diperkerjakan oleh dinas provinsi dan kabupaten bila dinas itu mengalami kesulitan pemotongan,soal dijual saya tidak tau kata H.hery, kalaupun itu dijual,pasti uangnya masuk ke kas daerah,yang jadi pertanyaan tim nominal dan jumlah kayu setelah dari pemotongan pihak dinas tidak diberi tau,atau mengecek di kantornya,mana mungkin bisa akurat terkait jumlah dan uang yang dihasilkan dari penjualan itu,maka dalam hal ini patut diduga ada indikasi hasil penjualan untuk kepentingan pribadi mereka.

H.hery juga menambahkan,bahwa untuk anggaran seperti pemotongan ini tidak ada pak dari kantor dinas,maka kami harus pintar-pintar mengerjakan pekerjaan ini,apa benar tidak ada anggaran?hanya institusi terkait dan tuhan yang tau untuk semua ini.(Bdet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!