KPU Surabaya Mengaspirasi kinerja awak media Debat pertama Sampai Terakhir

 78 total views,  2 views today

Debat Terakhir sebelum masa Tenang kedua calon walikota Surabaya
Debat Terakhir sebelum masa Tenang kedua calon walikota Surabaya

Surabaya,Indonesia Jaya – Mulai minggu (6/12/20), akan memasuki masa tenang,masa kampanye pasangan calon Wali Kota Surabaya.
Subairi Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih), juga mengimbau warga dan pendukung paslon untuk menyaksikan debat melalui siaran televisi yang sudah difasilitasi KPU Surabaya. Selain itu, KPU juga menyiarkan debat melalui channel YouTube,mengapresiasi kerja media massa cetak, elektronik, maupun online mulai perhelatan debat pertama hingga debat ketiga atau terakhir.

”KPU mengimbau warga untuk tidak datang di lokasi debat. Tetap di rumah, menonton jalannya debat melalui televisi. Jadi tetap di rumah saja,” tutur Subairi.

Sementara itu, Wimbo, Liaison Officer (LO) paslon Eri Cahyadi-Armuji (ERJI) ”Kami memastikan pada sore nanti paslon 1 akan hadir untuk mengikuti debat terakhir. Sebelum hadir kita akan adakan khotmil Quran dan istighosah di posko di Jalan Kutai. Setelah salat berjamaah baru kita berangkat,” jelas Wimbo.

Sedangkan LO paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU), Sayuli menyampaikan beberapa catatan evaluasi mengenai teknis pada debat-debat sebelumnya. Meski demikian, dia tetap memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara yang sudah berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi kegiatan debat publik.
persoalan radikalisme di debat publik terakhir Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya yang digelar KPU setempat, Sabtu malam.

Selvi bareng setelah debat kedua paslon
Selvi bareng setelah debat kedua paslon

Cawali Surabaya Nomor 01 Eri Cahyadi mengaku salut kepada seluruh pemeluk agama di Surabaya yang hidup rukun berdampingan.
Tentunya ini juga sesuai dengan apa yang dicetukan oleh Pemerintah dan Presiden. Kita menolak radikalisme karena tidak sesuai dengan aturan kita. Budaya kita budaya santun ramah dan budaya memberikan toleransi,” katanya.
“Kita menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. Kita juga buat suatu wadah untuk memberikan penguatan kepada kita. Bahkan, kita tunjukan hal itu melalui pembelajaran di SD sampai perguruan tinggi,” Ucapnya.

Cawawali Nomor 01 Armuji dengan tegas menolak radikalisme karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Pancasila.

Baca juga ; Tandatangani PK, Mantapkan ROAD MAP 2020-2024 Wali Kota Hadi Zainal Abidin

Cawali Surabaya Nomor 02 Machfud Arifin saat debat publik terakhir di Surabaya,radikalisme tentunya kami akan melakukan upaya pembinaan seperti yang dilakukan di Lamongan.
pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, baik kepoisian atau aparat lain, serta bekerja sama dengan tokoh agama.
Cawawali Surabaya Nomor 02 Mujiaman.

Ia menjelaskan bahwa terjadinya radikalisme karena kepentingan kelompok mulanya tertekan dan tidak bisa tersalurkan.

“Tentunya kita harus mengetahui keperluan dari kelompok itu. Kemudian kelompok itu kita ajak komunikasi. Dengan komuniksi yang baik, kebutuhan mereka bisa kita penuhi. Itu menjadi jalan keluar untuk mengurarnagi radikalisme,” ujarnya”

Ada 5 panelis dari kalangan akademisi yang dihadirkan dalam debat nanti malam, yakni Prof Masdar Hilmy (Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), Agus Machfud Fauzi (Universitas Negeri Surabaya), Achmad Room Fitrianto (UIN Sunan Ampel Surabaya), Nurul Jadid (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya), dan Hasan Ubaidillah (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo).

Subairi berharap, masyarakat Surabaya memanfaatkan debat publik terakhir sebagai referensi mengetahui visi dan misi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Surabaya.
“Karena itu masyarakat Surabaya jeli menonton debat terakhir pilwali Surabaya agar tidak salah pilih pemimpin,” jelasnya.(yahya)

Bacaan Lain :

Gunung Semeru Siaga Dua 11 Kali Menyemburkan Abu volkanic

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *