Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI ) Buka Diklat PJI ke 4

 372 total views,  6 views today

(kanan) Hartanto Boechori, ketua umum PJI saat membuka acara Dikalat
(kanan) Hartanto Boechori, ketua umum PJI saat membuka acara Diklat

Surabaya,Indonesia Jaya – Untuk pengembangan pemberitaan Jurnalis harus mematuhi KEJ, Berita harus berimbang dan sumber harus yang akurat. Minggu (6/12/20) Dewan pengurus pusat PJI menggelar diklat sehari di Hotel Narita Jl. Barata Jaya XVII 57 – 59 Surabaya. Diikuti 70 jurnalistik dari beberapa perusahan pers, peserta dari Palembang, Banjarmasin, Sampang, Bali, Surabaya, Kediri, Sidoarjo dan Mojokerto. Pelaksanaan diklat tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Peserta dari media Indonesia Jaya saat foto bersama
Peserta dari media Indonesia Jaya saat foto bersama

Dan untuk pemaparan materi atau pemahaman tentang aturan kode etik dalam dunia jurnalistik, Diklat PJI diisi moderator yang sudah mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW). Akan menambah profesional para juranalis lebih baik lagi sesuai dengan UU Pers No.40 tahun 1999. Dibuka langsung Ketua umum DPP PJI Hartanto Boechori.

Selesai acara Diklat foto bersama
Selesai acara Diklat foto bersama

Dihadiri pendiri PJI, jajaran pengurus PJI, Ketua umum PJI Hartanto Boechori, tamu undangan, Gunaryo Handajia, Sugeng Priyadi, SE., M.M, dosen universitas Bhayangkara, Jentar Sijintak, ketua panitia Diklat memaparkan,” Kesuksesan ini semata -mata turut andil penuh semua panitia untuk melancarkan acara ini. Harapan saya, PJI mengadakan diklat lagi yang ke 5.” Papar Gunaryo Handajia.

Baca juga : Safari Sholawat PAC IPNU IPPNU Mulyorejo

Ketua umum PJI Hartanto Buchori juga menambahkan,” kegiatan diklat diselengarakan PJI ini bertujuan mencetak sosok jurnalis yang profesional, sesuai dengan aturan yang berlaku dalam UU pers No.40 Tahun 1999. Dan mengarahkan untuk para anggota PJI bisa mengikuti dan sukses UKW.” Ucapnya. (Hd1)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: Ipin

SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK, ''Kalau Benar Kenapa Harus Takut, Kalau Bersih Kenapa Harus Risih"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *