Pimpinan Partai Desak Bawaslu Surabaya Tegas Kotak Suara Tidak Tersegel

 65 total views,  2 views today

 

Kotak Suara Rusak
Kotak Suara Rusak

Surabaya, Indonesia Jaya – A.H. Thony Wakil Ketua DPRD Surabaya mendapat banyak laporan tentang kotak suara yang tidak tersegel. Kondisi itu sangat disayangkan sekretaris DPC Gerindra Surabaya tersebut. Karena keadaan ini bisa mencederai legitimasi Pilwali Surabaya yang diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020.

”Ya, saya mendapatkan laporan dari lapangan bahwa banyak kotak suara yang tidak tersegel,” kata Thony Sabtu sore (12/12). ”Ini satu hal yang serius. Karena kita berharap pilkada kali ini bisa dilaksanakan tidak sekadar formalitas proses saja, tetapi betul-betul mencerminkan pilkada yang luber, jurdil, dan demokratis,” lanjutnya.

Thony menegaskan, tahapan proses maupun pelaksanaan pilkada harus sesuai dengan aturan. Kalau ada yang keliru, penyelenggara harus meluruskan. Jika tidak, nila setitik akan membuat rusak susu sebelanga.

”Penyegelan kotak suara dipersyaratkan dalam ketentuan utama. Jika hal tu tidak dilakukan, maka berpotensi menurunkan legitimasi pilkada,” tandasnya.

Saat ini, pilkada Surabaya memasuki tahap rekapitulasi di tingkat kelurahan. Dari sanalah ditemukan adanya sejumlah kotak suara yang tidak tersegel.

Dalam situasi seperti ini, Thony seharusnya Bawaslu segera berperan. Bisa dengan menerbitkan rekomendasi untuk dilakukan pemungutan suara ulang, seperti yang terjadi di tempat lainnya di Kelurahan Karangpilang,

”Kalau ada kondisi seperti itu, Bawas jangan bersikap seperti lembaga banci. Segera rekomendasikan untuk adanya pemungutan suara ulang,” ucap Thony.

Thony khawatir, kotak suara yang tidak tersegel itu terjadi tidak hanya di satu, dua, atau belasan kotak. Jika itu terjadi di banyak kotak, artinya sosialisasi terhadap persyaratan itu tidak tersampaikan dengan baik. ”Kalau urusan segel yang sederhana saja tidak tersosialisasi dengan baik, bagaimana dengan hal-hal yang lebih substantif,” keluh Thony

Penghitungan cepat pilwali Surabaya memenangkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji atas pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (Maju). Dari total pemilik hak suara 2.089.027 jiwa, sekitar 47% atau sejumlah 989.818 jiwa memilih golput. Sebanyak 53% atau sejumlah 1.099.209 memberikan suara dengan 49.589 suara tidak sah.

Jika di-breakdown, sebanyak 597.174 pemilih yang memberikan dukungan untuk pasangan calon Erji. Sedang 452.447 suara dukungan untuk pasangan calon Maju. Erji berbekal dukungan tak lebih dari 29% pemilik hak suara warga kota Surabaya.

Ketua Bawaslu Surabaya M. Agiel ketika dikonfirmasi membetulkan adanya kotak suara rusak dan tak tersegel di Kelurahan Bulak.
“Saya dapat laporan dari panwascam kemarin,” ujarnya.

Agiel mengklarifikasi jumlah kotak suara yang rusak. Laporan yang dia terima, hanya 18. “Di Bulak jumlah TPS ada 36,” ungkapnya.

Agil menambahkan, atas adanya kejadian ini, pihaknya sedang mendalami dugaan pelanggaran etik serta pidana. “Kami juga sedang menunggu laporan dari KPU,” tandasnya.(Ratna)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *