Tanpa Memegang Surat Ijin Dari Polsek Dlanggu Pesta Tetap Dilakukan

 96 total views,  2 views today

 

Para undangan saat menghadiri pesta
Para undangan saat menghadiri pesta

Mojokerto, Indonesia Jaya – Disaat pemerintah menerapkan aturan secara tegas,dilarang mengadakan kerumunan secara besar-besaran,tapi yang satu ini tetap nekad dan tidak mentaati peraturan yang di terapkan pemerintah,baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,salah satu rumah makan terkenal dengan menu soto babatnya,yakni soto dhok Mbah Saolan yang ada di wilayah Dlanggu kecamatan Dlanggu kabupaten Mojokerto mengadakan kerumunan secara besar-besaran,pada hari ini Sabtu 12/12/20 sekitar pukul 09.00wib dari pantauan awak media Indonesia jaya tamu yang hadir secara bergerombol memasuki tenda yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

Aiptu Siswanto selaku Kanit intelkam Polsek Dlanggu saat kita konfirmasi mengatakan belum ada ijin apapun tentang terselenggaranya acara itu,dalam hal ini pihak kepolisian sejauh ini memang tidak akan memberikan ijin dalam bentuk apapun terkait kerumunan masa,lanjut keterangan dari salah satu Polsek yang termasuk anggota gugus covid 19 mengatakan,dalam hal ini sudah saya sampaikan kepada Kapolsek dan diteruskan ke jajaran lain,termasuk ke kades,camat dan Koramil setempat,bila memang terbukti bersalah maka pihak kepolisian akan bertindak tegas.

Adapun penerapan hukum lainya berkaitan dengan protokol kesehatan oleh para pelanggar dapat merujuk kepada Undang – undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Undang – undang 6 Tahun 2018 tentang karatina kesehatan, dan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan,” paparnya.

Polsek Dlanggu
Polsek Dlanggu

Selain itu dalam hal menjatuhkan sanksi buat para pelangar protokol kesehatan ada mekanisme lain. Dia menerangkan penjatuhan sanksi dapat dilakukan atas dasar Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid – 19. Pasal 218 dimana pasal tersebut menyebut barang siapa ada rakyat datang dan berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dan akan di pidana penjara paling lama empat bulan dua Minggu.

Maka dalam hal ini masyarakat berharap aparat terkait mengambil tindakan tegas dan tindakan yang cekatan demi menekan angka peredaran covid 19 yang sudah sangat nyata dampaknya,baik dari segi ekonomi maupun sosial masyarakat.(bersambung) (Bdet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *