Diduga Program Ipal Komunal Ada Keterlibatan Oknum DPKP

 105 total views,  2 views today

Sanitasi Dak Kota Mojokerto
Sanitasi Dak Kota Mojokerto

Mojokerto, Indonesia jaya – Tekad untuk mewujudkan kota yang bersih nan indah bisa jadi tercoreng dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk mewujudkan semua itu jelas memerlukan anggaran besar untuk sebuah perkotaan.

Salah satu contoh yang terjadi saat ini terkait pengadaan proyek ipal komunal yang ada di kota Mojokerto, untuk mewujudkan satu titik lokasi ipal komunal pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar 400 jt lebih,padahal ada beberapa titik yang ada di kota Mojokerto, untuk melancarkan program ini dinas perumahan dan kawasan pemukiman(DPKP)kota Mojokerto dalam hal ini masyarakat diarahkan untuk membentuk suatu kelompok, yakni kelompok swadaya masyarakat(KSM) tapi ada aroma yang kurang sedap dalam program ipal komunal ini,yakni ada desas-desus bahwa diduga ada peran serta dan keterlibatan oknum dari dinas DPKP yang ikut berperan dalam pembelian sebagian besar keperluan pengadaan ipal komunal ini.

Untuk mengurai dan membuktikan semua ini,26/8/20 tim awak media Indonesia jaya mendatangi ketua RW sekarputih untuk meminta konfirmasi terkait proyek ipal komunal ini, menurut keterangan ketua RW memang benar adanya program bantuan ipal komunal ini,yang menjalankan program ini semua yakni ketua panitia yang juga ketua RT, bendahara dan masyarakat,saya hanya memantau dan mengawasi proses pengerjaannya, terkait keuangan saya sama sekali tidak tau,ungkap ketua RW.

Ada yang sedikit menarik dari pemantauan ini,ketua RW sekarputih mengatakan bahwa untuk pengadaan barang ketua KSM sekarputih jaya tinggal membayar aja,karena menurut keterangan dari ketua RW hampir semua keperluan ipal komunal ini barangnya didatangkan oleh orang dinas,maka tak lain yang disebut orang dinas tak lain oknum dinas DPKP, karena setau saya saat itu barang datang langsung disodorkan sebuah kwitansi oleh orang berpakaian dinas,lalu ketua panitia membayar nya,untuk lebih jelasnya silakan tanya langsung aja sama ketua panitia yakni saudara Fauzan,ungkap ketua RW kepada tim awak media Indonesia jaya,maka kami saat itu pula diantar oleh ketua RW untuk menemui Fauzan,namun sayang Fauzan tidak ada di rumah karena sedang bekerja di sebuah pabrik yang ada di kota Mojokerto,oleh sang istri Fauzan disarankan keesokan harinya.

Benar saja,esok harinya 27/8/20 Tim media Indonesia jaya didampingi anggota LSM Mojokerto,sekitar pukul 10.00 wib kami ditemui ketua panitia yakni Fauzan, menurut keterangannya Fauzan mengatakan bahwa apa yang dikatakan pak RW benar mas,pada saat itu karena belum begitu pahamnya dengan proyek ini kami minta bantuan pendamping dan konsultan, mulai teknik pengerjaan hingga pengadaan barang,sampai pembuatan SPJ nya kami diarahkan oleh orang dinas,kalau mengenai pengadaan barang,baik pendamping dan orang dinas mengarahkan dan membawa sales dari perusahaan kalau tidak salah PT.CAHAYA MAS CEMERLANG kata Fauzan,maka pada saat selesai penentuan lokasi maka sales menyodorkan beberapa pilihan dan model,dan disepakati lah model sesuai dengan brosur yang diberikan itu,.

Setelah lokasi siap maka datanglah beberapa tangki dan pipa yang dipesan itu, setelah barang diterima,orang dinas itu menyodorkan kwitansi untuk kami bayar,lalu uangnya diterima oleh mbak Widi dan pak Misbah, keterangan dari Fauzan ini diperkuat oleh Solikin selaku pelaksana proyek memang benar pak,barang datang lalu diberi kwitansi oleh orang dinas itu.
Setelah kami anggap sudah cukup keterangan ini,maka patut diduga kuat dalam proses pengadaan barang ini ada oknum dinas DPKP yanng ikut memuluskan,yang lebih kaget lagi saat pembuatan SPJ(surat pertanggungjawaban) terkait proyek ipal komunal ini dipandu dan diarahkan oleh orang dinas,ada apa dengan semua ini?,yang jelas ada kepentingan lain sehingga berperan dalam hal ini.
Apakah dibenarkan bila terbukti ada peran dari oknum dinas terkait ikut berperannya dalam pengadaan barang ini, apakah gaji dan fasilitas dari pemerintah selama ini kurang? (Bersambung) (Bdet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *