Pengadilan Tipikor Surabaya Gelar Sidang Perdana Kasus PT. BOGEM.

 484 total views,  2 views today

 

Tim Kuasa Hukum Firma Hukum Pengacara Nusantara Bondowoso, saat mendampingi terduga korupsi PT.Bogem
Tim Pengacara Nusantara Bondowoso, saat mendampingi terduga korupsi PT. Bogem

Surabaya, Indonesia Jaya- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Surabaya (Pengadilan Tipikor Surabaya) memulai pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada PT. Bondowoso Gemilang (PT. Bogem). Perkara dugaan korupsi PT. Bogem teregister pada Pengadilan Tipikor Surabaya dalam perkara nomor 87/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Sby., menyusul setelah dilimpahkannya berkas perkara oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso pada Kamis, 10 Desember 2020 lalu.

Dugaan tindak pidana korupsi pada Badan Usaha Milik Daerah Bondowoso (BUMD) PT. Bogem, sempat menjadi perhatian publik terutama di Daerah Bondowoso. Sebab proses penanganan dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT. Bogem telah bergulir lama.

Eks. Direktur BUMD Bondowoso PT. Bogem, Terdakwa RD, didakwa oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso dengan beberapa pasal, yaitu Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 9, jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam menghadapi perkara dugaan korupsi PT. Bogem ini, Terdakwa RD didampingi oleh Tim Penasihat Hukum dari Firma Hukum Pengacara Nusantara Bondowoso diantaranya Dedi rahman Hasyim, S.H., M.H., H. Arifin Habiyono, S.H., dan Tim LBH API Reza Kamala, S.H. sedangkan hadir dalam persidangan dari Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bondowoso, diantaranya Evi L., S.H., dan Romy P., S.H.

Saat dikonfirmasi seusai sidang, pada awak media Dedi Rahman Hasyim, Pengacara Terdakwa RD dari Kantor Firma Hukum Pengacara Nusantara Bondowoso menuturkan, “agenda sidang hari ini pembacaan dakwaan terhadap klien kami RD, sebagaimana dibacakan JPU pada sidang tadi, klien kami didakwa dengan dakwaan primair, subsidair dan lebih subsidair berkaitan dengan Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi dan untuk itu kami akan segera menyusun langkah hukum untuk menghadapi proses acara persidangan selanjutnya”. ujarnya.

Dedi menghimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati segala proses hukum serta dengan menjunjung asas praduga tidak bersalah. “mari bersama kita tetap hormati segala proses hukum yang bergulir dan junjung asas praduga tidak bersalah bagi Terdakwa RD” imbuhnya.
(E.jhalu)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *