Acara Rutin Tahunan,Tasyukuran Sumber Mata Air Desa Sumber Wringin Bondowoso

 171 total views,  2 views today

 

Tradisi Warga Sumber Wringin Saat Tasyukuran Sumber Mata Air

Bondowoso, Indonesia Jaya – Air adalah salah satu sumber kehidupan yang vital. Sumber air yang terletak di desa sumber Wringin ini salah satunya. Sumber air ini menjadi sumber utama pengairan di kecamatan Sumber Wringin dan sekitarnya, baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari, juga untuk irigasi pertanian. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat sumber kehidupan ini, masyarakat desa Sumber Wringin, Oktober 2020, melakukan acara tasyukuran sumber mata air, Slametan Sombher. Acara rutin tahunan yang bertujuan untuk memohon kesuburan tanaman lewat lancarnya air mengalir ke penjuru desa.

Ritual meruwat sumber air berlangsung dengan khidmat. Pagi itu, beberapa masyarakat bersama perangkat desa dan kecamatan berkumpul untuk melakukan prosesi selametan yang diawali dengan tarian molong kopi, tarian khas kabupaten Bondowoso. Acara yang digagas oleh sanggar Seni dan Budaya 3A Bondowoso bekerja sama dengan Desa Sumber Wringin ini merupakan bagian dari serangkaian acara Slametan Bumi Raung 2020 yang dilaksanakan sepanjang September – Oktober. Setelah tarian selesai, dilanjut dengan sholat istisqa’ untuk memohon agar diturunkan hujan. Ditutup dengan doa, makan tumpeng, dan dipungkasi dengan arak-arakan benih menuju balai desa Sumber Wringin.

Selain untuk memohon agar air melimpah, ritual tahunan ini juga bertujuan untuk mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga alam. Mengingatkan kita bahwa alam tidak boleh dirusak, sampah tidak boleh dibuang sembarangan, dan sumber-sumber kehidupan harus tetap dijaga. Sebab ini semua nantinya akan menjadi warisan bagi anak-cucu kita.

Selametan sombher telah menjadi tradisi di desa Sumber Wringin yang diwariskan secara turun temurun. Ini juga menjadi bagian terpenting dari prosesi bercocok tanam. Ketika lahan telah siap, sebelum sawah dibajak dan benih disebar, aliran air dari sumber merupakan salah satu bagian vital yang tidak bisa dilepaskan. Sebab tanpa tersedianya air yang mencukupi, sawah tidak akan subur, dan tanaman akan gagal. Kesadaran tersebut telah tertanam dalam keyakinan masyarakat dan terus dijaga dari generasi ke generasi.(Sanggar Seni Budaya 3A Bondowoso).
(Ekojhalu).

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!