Galian C Ilegal di kec.pacet, Mojokerto Jawa timur

 56 total views,  2 views today

 

Alat Berat Saat Melakukan Pengisian Tanah ke Dalam Truck
Alat Berat Saat Melakukan Pengisian Tanah ke Dalam  Dumtruck

Mojokerto, Indonesia Jaya – Andik mantan kades wiyu kecamatan Pacet Diduga melakukan galian C ilegal. Menanggapi keluhan dan keresahan masyarakat Minggu 20/12/20 tim awak media Indonesia jaya turun ke lokasi galian C yang diduga ilegal tanpa memiliki ijin dokumen apapun. Saat mendatangi lokasi galian C itu, terdapat satu alat berat yang sedang beraktivitas,dan beberapa dumtruck yang lagi mengantri untuk muat.

Dalam pengamatan tim awak media Indonesia jaya di sekitar lokasi nampak sekali kerusakan alam,alur sungai dan sebagainya, begitu pula lokasi yang sedang digali alat berat itu dalam pengamatan kami sangat berbahaya bagi penambang juga yang lain,karena selain lokasi yang berada dilereng tebing bukit,juga dimuara aliran sungai,.

Hasil galian sirtu(pasir watu) akan di kirim ke sebuah proyek perumahan yang ada di wilayah Trowulan Mojokerto,salah satu sopir yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan untuk satu hari bisa angkut 2-3 rit pak, tergantung apakah ada kendala saat pembongkaran atau tidak,kalau rute yang dilewati lancar tanpa ada kemacetan.

Bila dalam hal ini tidak ada tindakan tegas dari aparat terkait,maka jangan salahkan siapapun bila suatu saat terjadi longsor atau bahkan banjir badang yang pernah terjadi beberapa tahun lalu,apalagi saat ini lagi musim hujan, terlebih lagi Andik adalah mantan pejabat, seharusnya tau dan paham resiko dan aturannya,malah terkesan sengaja mengabaikan peraturan yang ada.

Seperti yang kita ketahui bersama Kegiatan pertambangan diatur dalam Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Untuk lebih merinci pelaksanaan dari Undang-undang ini diturunkan kembali dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) yang salah satunya adalah PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Maka dalam hal ini penambang harus mempertimbangkan dampak ekosistem sekitarnya,jangan hanya mementingkan keuntungan pribadi, mengabaikan kepentingan masyarakat. Maka bila terbukti mantan kades ini melakukan galian C ilegal,jelas itu sudah melanggar pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara (Minerba).(Bdet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *