OKNUM KADES YANG BERLAGAK BINGUNG (Amnesia)

 176 total views,  2 views today

 

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Mojokerto, Indonesia Jaya – sebagai pemimpin sebuah pemerintahan desa seharusnya teliti dan tegas dalam memantau dan mengontrol penggunaan anggaran,baik dari APBN maupun APBD atau dana yang lain.
Tidak demikian dengan halnya yang terjadi di salah satu desa yang berada wilayah kecamatan dlanggu, kabupaten Mojokerto.
Ada salah satu kades yang tidak tau dan tidak paham,ketika ada anggaran sebesar 350 juta yang diduga sudah digunakan untuk sebuah program desa,namun fisik dan obyek proyek tersebut tidak ada, yang jadi pertanyaan sekarang apa benar kades tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu (Amnesia)?

Jum’at 1/1/21 tim awak media Indonesia jaya mendatangi kediaman kades yang dimaksud, ketika kita konfirmasi terkait adanya aliran penggunaan dana yang tidak jelas itu,kades mengatakan tidak tau dan belum paham program dan penggunaan dana itu.
Bukan kah selama ini suatu kewajiban dan tanggung jawab kades dalam pengontrolan dan penggunaan anggaran,sekecil apapun dana itu wajib diketahui dan di sahkan oleh kades,maka untuk memperjelas konfirmasi kami,kades menghubungi salah satu perangkat desa yakni kasi umum juga merangkap sebagai bendahara desa.

Menurut keterangan bendahara desa, terkait anggaran yang kami pertanyakan itu ialah program proyek embung desa, program itu sudah dibahas mulai tahun 2018,tapi sampai saat ini belum terealisasi,dulu pernah didatangi oleh orang kedinasan dan didampingi oleh pendamping desa namun hingga saat ini belum ada kelanjutannya.
Apabila proyek embung desa itu tidak ada dan belum ada anggarannya,kenapa sudah ada pelaporan mengenai anggaran tersebut di data kementerian pedesaan.

Setelah tidak ada penjelasan yang bisa kami terima,dan kesannya berbelit-belit,maka tidak lama bendahara desa menghubungi sekretaris desa melalui handphone,dalam percakapannya sekdes juga mengatakan hal yang sama,yakni memang sudah terencana namun sampai saat ini anggaran itu belum terealisasi,lebih jelas lagi kades menyarankan hari Senin 4/1/21 di tunggu di kantor kelurahan guna klarifikasi hal ini.

Ada hal yang unik dalam hal ini, menurut informasi yang kita terima,bahwa sekdesnya saat ini adalah anak kandung dari kades tersebut, menurut keterangan beberapa warga, untuk jabatan sekdes itu dulu kades tidak mengadakan uji tes tulis seperti kebanyakan pemerintah desa lainnya,akan tetapi hasil rapat forum dari beberapa unsur masyarakat,maka dalam hal ini patut diduga ada sedikit aroma nepotisme dalam sistem pemerintahan desa ini,bila terbukti dugaan temuan Tim awak media Indonesia jaya ini,maka kewajiban aparat penegak hukum yang akan menindaklanjuti, jangan sampai program pemerintah yang niatnya untuk mensejahterakan rakyatnya tidak terwujud dengan benar, namun jadi ajang memperkaya para pejabat negara.

Bersambung. .  (Bdet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *