Pungli LKS Terjadi Lagi

 99 total views,  2 views today

 

Kwitansi Hasil Penjualan LKS
Kwitansi Hasil Penjualan LKS

Mojokerto, Indonesia Jaya – praktek pungli terjadi lagi di dunia pendidikan,kali ini terjadi di sebuah sekolahan MTsN di Sidoarjo.
Untuk membuktikan adanya praktek jual beli LKS itu,Tim awak media Indonesia jaya menyamar sebagai wali murid, saat baru masuk pintu gerbang sekolah sudah ada beberapa wali murid dan siswa yang sudah mengambil dan membayar buku LKS itu.Senin, 4/1/2021

pada saat kita konfirmasi salah satu wali murid yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa telah mengambil dan membayar buku LKS dengan harga yang sudah ditentukan oleh sekolahan yakni Rp.240.000 per siswa,namun tidak mau menyebutkan berapa jumlah buku yang diperoleh itu,yang jelas salah satu pengajar juga pengurus mengatakan sesuai jadwal yang ditentukan, bahwa pengambilan LKS wajib melunasi pembayaran LKS.

Secara terpisah Tim awak media Indonesia jaya juga meminta konfirmasi kepada para siswa yang kebetulan lagi bergerombol setelah mengambil buku LKS itu,senada dengan keterangan beberapa wali murid,para siswa juga mengatakan hal yang sama bahwa baru saja mengambil dan membayar buku LKS di koperasi sekolahan sambil menyodorkan kwitansi.

Dengan keterangan para wali murid dan siswa, maka tim awak media Indonesia jaya berusaha meminta konfirmasi kepada petugas koperasi dan juga seorang guru. Benar saja ketika baru di depan koperasi sudah terlihat ada beberapa petugas yang lagi mengemasi buku LKS dengan kantong plastik, belum sempat memintai keterangan,ada seorang pegawai berpakaian dinas menghampiri dan menyarankan agar menemui kepala sekolah,lalu diarahkan ke kantor kepala sekolah,namun kepala sekolah tidak di ruangan,maka di temui lah sama Waka yakni Mr.T.

Menurut keterangan Mr.T,bahwa buku itu bukan buku LKS,namun buku modul,akan tetapi berbeda dengan temuan tim media Indonesia jaya tertera jelas bahwa itu penjualan buku LKS, juga diperjelas oleh keterangan para wali murid dan siswa. Untuk lebih jelasnya lagi Mr.T menyuruh tim awak media Indonesia jaya untuk menunggu kepala sekolah yang masih rapat di ruangan lantai dua.

Benar saja selang satu jam,datanglah kepala sekolah dan memangil tim untuk masuk ke kantornya dan didampingi oleh Waka.
Saat kami konfirmasi terkait penjualan LKS itu, Mr.J selaku kepala sekolah mengatakan itu sudah rundingan dan atas persetujuan wali murid,namun dalam hal ini tetap apa yang dilakukan oleh sekolahan ini melanggar aturan pemerintah yang diperjelas oleh keputusan Mendikbud.

Seperti yang kita ketahui bersama Menteri Pendidikan Nasional (pada saat itu) telah menerbitkan Peraturan Mendiknas No 2/2008 tentang Buku,dan juga diperjelas pada Pasal 11 Peraturan Mendiknas No 2/2008 melarang sekolah bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik.

Maka jangan sampai profesi yang mulia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa jadi buram karena mengejar keuntungan sesaat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan pula praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar,jika ini sudah masuk pungutan liar,maka ancaman pidanapun menanti para oknum guru yang melakukan jual-beli LKS. (Bondet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *