Pejabat Desa Yang Tidak Mau Dikritik Oleh Masyarakatnya

 242 total views,  2 views today

 

Foto Kades Sambilawang
Foto Kades Sambilawang

Mojokerto, Indonesia Jaya – Sungguh hebat dan luar biasa apa yang dilakukan oleh salah satu Kasun yang ada di desa sambilawang, kecamatan dlanggu kabupaten Mojokerto ini, karena adanya kritikan masyarakat melalui media Indonesia jaya,Kasun menulis bahasa yang sedikit mengarah ke pengancaman kepada pengunggah berita/pelaku foto proyek jembatan desa sambilawang itu. Ketika ada kritikan melalui media,bahasa yang dilontarkan sungguh sangat tidak mununjukan sebagai kapasitas pejabat desa.

Berawal dari pemberitaan pada tanggal 7/1/21 yang berjudul proyek jembatan desa yang kurang sedap dipandang mata, muncul sedikit polemik di sebuah medsos. Mencuatnya informasi terkait nada pengancaman itu bermula dari informasi seseorang warga kecamatan Dlanggu,yang mempunya no hp dari oknum Kasun itu,dimana link sebuah pemberitaan dari media Indonesia jaya yang di screenshot oleh oknum Kasun itu, setelah di screenshot dibuat untuk story/status dengan ditambahi tulisan yang kesannya nada pengancaman kepada siapa yang foto jembatan itu, tentunya bisa dipastikan saya yang foto untuk bahan sebuah pemberitaan.

Maka Senin 11/1/21 Tim media Indonesia jaya mendatangi kantor kepala desa sambilawang guna klarifikasi tulisan tersebut kepada Kasun yang kebetulan ayah kandung dari kades itu.
Pada saat kedatangan kami,Kasun belum ada, maka di dalam ruangan kantor kades itu ada sedikit pembahasan baik mengenai kritikan dan program desa. Selang sekitar 20 menit datanglah Kasun dan beberapa orang yakni ketua TPK beserta anggotanya,.

Setelah itu kades mengawali pembicaraan terkait klarifikasi adanya tulisan dari Kasun itu, kesempatan pertama diberikan kepada Kasun untuk menanyai kami sebagai seorang jurnalis, bahasa yang ditanyakan Kasun yakni, apa maksud dan tujuan kami sebagai jurnalis kok seakan memojokan desa kami,ungkap Kasun kepada tim media Indonesia jaya, tentunya saya jawab,tugas saya memberitakan apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar sesuai tupoksi kami sebagai jurnalis. Seharusnya sebagai pejabat desa,tanpa tanya pun sudah paham apa tugas dan wewenang seorang jurnalis,tapi beda apa yang diterima oleh Kasun ini,kritikan kami dianggap sebagai pemberitahuan yang salah.

Setelah Kasun selesai bertanya, ganti kami yang bertanya,apa maksud dan tujuan tulisan yang bernada ancaman itu ??Kasun menjawab maksud dan tujuannya untuk memancing siapa yang memberitakan dan memfoto jembatan itu, seharusnya tanpa memancing dengan bahasa yang bernada mengancam itu, tentunya tidak sulit untuk mencari tau siapa pengunggah foto dan berita itu,masa kami masih mengajari, pejabat desa semua sudah orang-orang pilihan.
Bukankah sebuah media manapun,baik online maupun cetak, disitu sudah lengkap nama dan alamat kantor,juga alamat email pasti ada, kenapa memakai cara konyol kayak gitu.

Disisi lain apa yang diutarakan Kasun maupun beberapa anggota TPK,menganggap semua media dan LSM sama dalam menjalankan tugas, namun ketika ada suatu pemberitaan yang diunggah oleh media Indonesia jaya,kok kesannya kaget dan emosi,apakah beda cara penyampaian kami dengan rekan-rekan media dan LSM lain,sehingga membuat Kasun seperti orang lagi kebakaran jenggot.

Dengan kejadian semacam ini,yang mana akan mengancam keselamatan kami saat menjalankan tugas,maka pihak pimpinan dan dewan redaksi media indonesia jaya akan menempuh jalur keadilan kepada pihak berwenang ?? tentunya pasti itu akan dilakukan, mengingat semua itu demi kenyamanan dan keselamatan semua anggota saat bertugas.{Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!