Diduga Bantuan Sapi Jadi Bahan Sulapan Kelompok Ternak

 192 total views,  4 views today

 

Penerima Bantuan Sapi Brahma Cross
Penerima Bantuan Sapi Jenis Brahman Cros

Mojokerto, Indonesia Jaya – Diduga tidak sesuai dengan fisik bantuan sapi seakan disulap oleh para penerima bantuan sapi,.
Kamis 15/1/21 Tim awak media Indonesia jaya mendatangi salah satu kelompok ternak yang ada di wilayah kecamatan Jiwan kabupaten Madiun guna ko konfirmasi dan klarifikasi terkait kondisi fisik sapi, apakah berkembang atau jalan ditempat,atau bahkan berkurang.

Berawal dari informasi masyarakat bahwa pada tahun 2018 salah satu kelompok ternak yang ada di wilayah kecamatan Jiwan pernah menerima bantuan sapi jenis Brahman cros sebanyak 15 ekor dari APBN melalui dinas peternakan kabupaten Madiun, bantuan tersebut langsung diterima oleh ketua kelompok ternak dan disaksikan oleh pihak kelurahan.

Tujuan Dari program pemerintah itu,selain untuk peningkatan ekonomi masyarakat juga untuk pengembangan bibit sapi jenis Brahman cros, namun tujuan dan program ini seakan jauh dari harapan,kenapa demikian?

Dari pengamatan di lokasi kandang yang ada di ketua kelompok ternak itu,sapi hanya tersisa 6 ekor, itupun kondisi sapi bisa dikatakan jauh dari harapan,selain kondisi sapi kurus, nampak sepintas itu bukan sapi jenis Brahman cros, namun wujud dan fisiknya seperti sapi lokal, pengamatan ini diperkuat dengan pengakuan salah satu perangkat desa,saat kita tanya kok sapinya kayak gini, perangkat desa itu hanya terdiam dan nampak bingung,ada apa semua ini, terus sisanya kemana?

Menurut keterangan kelompok ternak dan perangkat desa,sisa sapi yang ada saat ini berada di beberapa anggota kelompok ternak,maka segera Tim awak media Indonesia memastikan keberadaan dan kondisi sapi bantuan itu,.
Benar saja dari satu persatu kita di tunjukan lokasi dan fisik sapi bantuan itu, namun ada yang sangat disayangkan,dari delapan yang ditunjukkan,satu kondisi hamil,satu kondisi habis melahirkan dan yang satu katanya pernah ditukarkan dengan sapi lain karena kurang reproduksi,akan tetapi ada pula satu yang bisa dikatakan sesuai harapan,yakni sapi yang ada di kandang milik perangkat desa itu, selain sapinya besar, gemuk juga nampak terawat sekali,maka dalam hal ini patut kita pertanyakan kondisi sapi yang lain itu,.

Dari ketidak jelasan ini,sudah terasa dari awal kita datang ke kandang milik ketua kelompok ternak itu,sebut saja Mr.R,pada saat kita tanya dokumen serah terima dan berita acara penerimaan bantuan itu,terkesan berbelit-belit dan condong tertutupi,dengan jumlah sapi sebanyak itu dan sudah berjalan kurang lebih dua tahun,bisa dikatakan bantuan itu tidak efektif, mengenai dokumen yang ditunjukan kepada kami,ada beberapa lembar yang meragukan,ada yang di tip’ex dan ada juga yang belum di tanda tangani oleh pihak dinas peternakan,.

Bila sudah terjadi hal yang sedemikian rupa,maka kita kembalikan kepada masing-masing yang terlibat dalam proses bantuan sapi ini,niat baik pemerintahan dengan tujuan peningkatan ekonomi masyarakat,namun sangat disayangkan bila disalahgunakan oleh masyarakat itu pula,maka kalau sudah begini peran masyarakat dan aparat penegak hukum wajib lebih extra dalam pengawasan terkait penggunaan dan pengolahan anggaran negara.

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!