Dua Remaja Mojokerto Jadi Korban Enam Debcollektor Wom Finance

 59 total views,  2 views today

Mojokerto, Indonesia Jaya – Debtcollector masih menjadi momok yang meresahkan masyarakat. Sudah banyak masyarakat yang menjadi korban perampasan kendaraan oleh pihak ke 3 dari leasing ini.

Terlebih, saat dimasa pandemi covid 19 ini, hampir seluruh masyarakat mengalami kesulitan, terutama di segi ekonomi. Namun, hal tersebut tidak menurutkan niat para debtcollector untuk melancarkan aksinya.

Seperti yang dialami oleh Kelfin (17) warga Mojokerto. Pemuda tersebut dihentikan oleh 6 debtcollector karena angsuran BPKB sepeda yang dikendarainya tersebut menunggak. Padahal, angsuran BPKBnya, hanya kurang 2 kali pembayaran, Jum’at (15/01/2021).

Kelfin yang berboncengan dengan Dinda menggunakan sepeda motor Honda Beat Nopol S 5369 QY di daerah Rolag 9 Mojokerto. Setelah dihentikan, para debtcollector menggiring Kelfin ke kantor WOM Finance.

Kelfin menyampaikan, setelah tiba di kantor WOM Finance, dirinya dan Dinda dibujuk untuk masuk kedalam kantor. Setelah masuk, dirinya mendapatkan intimidasi untuk menandatangani surat Bukti Serah Terima Kendaraan (BSTK) atau yang biasa disebut surat tarik.

“Ya terpaksa saya tanda tangani mas. Orangnya banyak dan besar-besar. Saya takut mas. Sepeda motor saya yang semula parkir didepan, tiba-tiba raib tidak tahu dimana,” ujarnya.

Mendapati sepeda motornya raib, Kelfin dan Dinda merasa kebingungan. Bahkan yang lebih mirisnya, baik pihak leasing WOM Finance dan debtcollector, tidak memperdulikan nasib 2 remaja ini.

“Ya bingung mas. Tidak ada yang peduli nasib kami disana. Akhirnya saya telepon orang tua saya,” lanjutnya.

“Saya berharap, praktek premanisme berkedok debtcollector ini, benar-benar dapat diberantas oleh pihak yang berwajib, terutama pihak Kepolisian,” ungkapnya.(shol)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!