Dugaan Malpraktek Yang Dilakukan Oknum Perawat RSUD Mojosari

 113 total views,  4 views today

 

Oknum B yang menangani
Oknum Perawat B yang menangani almarhum S

Mojokerto, Indonesia Jaya – Diduga jadi korban mal praktek seorang perawat RSUD (Rumah sakit umum daerah)seorang ibu rumah tangga yang berinisial  NY.S harus meregang nyawa di rumahnya sendiri.

Jum’at 15/1/21 Tim awak media Indonesia jaya kedatangan tamu dan menceritakan apa yang telah dialami almarhum istrinya hingga meninggal dunia. Menurut keterangan M (suami almarhum)Tepatnya tujuh hari yang lalu istrinya meninggal dunia dirumahnya, sebelum meninggal istrinya itu ditangani oleh seorang perawat dari RSUD Mojosari Kabupaten Mojokerto berinisial B.

Sambil meneteskan air mata suami almarhum menceritakan semua kronologi kejadian yang dialami almarhum istrinya kepada tim awak media Indonesia jaya. Saat ditangani oleh oknum perawat yang kebetulan satu kampung dengan almarhum. Almarhum memang mempunyai riwayat penyakit diabetes,pada saat kambuh keluarga langsung mendatangi oknum perawat yang bertubuh tambun, dengan cekatan oknum tersebut berangkat ke rumah keluarga almarhum. Seperti tenaga medis provisional, inisial B langsung memberi penanganan awal yakni mengukur kadar tinggi gula darah, selanjutnya mengukur tensi darahnya.

Suami Almarhum S
Suami Almarhum S

Dari hasil tes gula darah dan tensinya,oknum B mengatakan bahwa gula darahnya diatas 500 dan Tekanan darahnya 70, tanpa basa basi dan persetujuan dari pihak keluarga, almarhum langsung disuntik oleh oknum B, entah jenis zat cairan apa yang disuntikkan ke tubuh almarhum , hal ini yang patut kami pertanyakan apakah boleh seorang perawat melakukan tindakan penyuntikan tanpa didampingi seorang dokter.

Tindakan penyuntikan dilakukan sekitar pukul 13.00 wib,selang beberapa jam, almarhum mengeluh badan terasa sakit dan pegal-pegal hingga sekitar jam 16.00 wib, Lalu almarhum mengalami kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia.

Atas meninggalnya salah satu warga kecamatan Kutorejo, kabupaten Mojokerto,maka patut kita pertanyakan legalitas dan ijin praktek dari oknum perawat tersebut. Tim awak media Indonesia jaya mendatangi oknum perawat yang berinisial B guna mengkomfirmasi dan mengklarifikasi terkait meninggalnya salah satu warga tersebut.

Dari hasil konfirmasi oknum perawat itu tidak pernah menangani pasien apalagi melakukan tindakan penyuntikan,namun dari beberapa keterangan warga sekitar memang perawat itu sering dimintai warga untuk pengobatan,ada yang bilang mantri,ada pula yang bilang bidan.

Dari pengakuan warga itu ada benarnya,karena saat kita ke rumahnya tidak ada plakat yang menunjukkan bahwa disitu tempat praktek bidan maupun dokter.Ketika disinggung mengenai ijin praktek,oknum perawat itu mengatakan semua dokumen yang dia miliki ada di rumah sakit,foto copy pun tidak ada di sini, ungkap oknum perawat kepada tim awak media Indonesia jaya, dari semua keterangan ini,patut diduga legalitas dan keahlian yang dimiliki oleh oknum perawat sangat meragukan, untuk mengungkap dan memperjelas semua kejadian ini, Tim awak media Indonesia jaya akan mendatangi RSUD milik pemerintah kabupaten Mojokerto .(bersambung) {Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!