PEJABAT DESA MERASA TERGANGGU SAAT DIKONFIRMASI AWAK MEDIA

 104 total views,  4 views today

 

Kepala Desa Merasa Terganggu Saat Di Datangi Awak Media Untuk Komfirmasi
Kepala Desa Saat Di Datangi Awak Media Untuk Komfirmasi

Mojokerto, Indonesia Jaya – Kalau sudah benar prosedurnya dan legalitas dokumen lengkap kenapa risih dan merasa terganggu, ungkapan itu yang patut kita pertanyakan kepada kades Blimbingsari kecamatan Soko kabupaten Mojokerto,.

Senin 19/1/21 Tim awak media Indonesia jaya memergoki ada sebuah kegiatan pemotongan kayu jati dari kebun warga. Menurut keterangan dari pembeli yang berasal dari kecamatan wonosalam itu,kayu itu ia beli dari seorang perantara seharga 16 juta yang kebetulan masih saudara dari kades.

Awal pengakuan dari pembeli,dia membeli kayu itu dari pak haji,namun ketika kami mempertanyakan dokumen apa aja yang dibawah saat melakukan pemotongan dan pengangkutan jati itu, pembeli dan perantara mengatakan bahwa kayu dan kebun itu milik oknum anggota TNI AL berinisial BD ,dan hanya bisa menunjukkan selembar kertas form yang masih kosong namun sudah ada tanda tangan kades

Document Kosong
Document Kosong Tapi Sudah Berstempel Dari Kepala Desa

Seperti yang kita ketahui bersama Dokumen pengangkutan kayu dari hak yang berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia yang wajib dilengkapi pada saat akan mengangkut dari lokasi tebangan atau tempat pengumpulan di sekitar tebangan ke tujuan adalah:
a. Nota Angkutan; atau
b. Nota Angkutan Penggunaan Sendiri; atau
c. SKAU (surat keterangan asal usul).

Adapun Pengadaan blanko SKAU dibuat oleh pembeli atau pemilik dan pengisian serta penerbitannya oleh penerbit SKAU, dengan menggunakan format Lampiran V Permenhut No P.30/Menhut-II/2012 Penetapan Nomor Seri SKAU dilakukan oleh masing-masing penerbit SKAU, dengan memberikan nomor urut 00001 dan seterusnya.
Untuk memperjelas dari semua ini, perantara dan pembeli mengajak ke rumah kades guna klarifikasi,.

Aroma tidak senang sudah nampak tidak berkenan akan kehadiran wartawan sudah nampak saat kita pertanyakan legalitas dokumen penebangan kayu jati itu, meskipun kayu itu dari lahan milik pribadi, masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah, berbagai pertimbangan harus diperhatikan,apakah lokasi itu rawan longsor, atau bahkan rawan banjir,.

Dari keterangan yang kita dapatkan dari kades yakni,kayu yang dipotong dan dijual kepada warga Jombang itu milik seorang anggota TNI AL,dan kades berani menjamin bahwa itu milik sah dari Mr.BD.

Dengan nada yang sangat emosional kades secara mengebu-gebu saat memberi keterangan kepada wartawan,dan dengan jelas mengatakan merasa terganggu karena ini jam istirahat, padahal jam masih menunjukkan pukul 14.50 wib.

Saat masih dalam kondisi emosi,kades menghubungi oknum TNI AL itu,lalu diberikan Hanphone itu kepada tim awak media Indonesia jaya. Berbeda dengan kades,nada komunikasi oknum TNI AL itu sangat santun dan bijaksana, sesuai prosedur dan kapasitas kami sebagai jurnalis,kami hanya sifatnya konfirmasi dan klarifikasi, terkait kegiatan itu menyalai aturan atau tidak bukan wewenang kami yang menentukan,belum selesai menyampaikan semuanya,kades sudah meminta handphone itu,lalu berkata wes tak urusane pak (Uda tak uruse pak) kata kades kepada oknum TNI AL itu.

Kayu Yang Sudah Siap Di Bawa
Kayu Yang Sudah Siap Di Bawa

Dari kejadian ini,maka patut kita pertanyakan apakah memang karakter kades Blimbingsari itu alergi dan merasa terganggu bila kedatangan jurnalis,atau memang butuh waktu istirahat setelah aktivitas sebagai kepala desa.(bersambung) {Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!