Biar Gak Nampak Brobrok ,Gedung Di Percantik

 65 total views,  2 views today

Gedung kuno yang kelihatan kotor mulai di cat
Gedung kios BUMDES yang kelihatan kotor mulai di cat

Mojokerto, Indonesia Jaya – Sungguh apa yang ada dibenak para oknum pejabat yang nakal, sebagai pejabat yang telah melakukan sumpah jabatan, masih dengan sengaja melanggar sumpah jabatan itu.

Sebagai contoh yang sering kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali oknum dan para pejabat yang berurusan dengan para penegak hukum,bila terjadi semacam ini, selain merugikan dirinya sendiri juga masyarakat semua.

Jum’at 22/1/21 Tim awak media Indonesia jaya datang ke salah satu desa yang ada di kecamatan Kebonsari,kabupaten Madiun,.
Dalam lingkup kantor kelurahan itu ada sebuah bangunan yang patut kita pertanyakan spesifikasi dan pengerjaan nya yakni gedung kios BUMDES yang dibangun menggunakan anggaran dana desa tahun 2019,sebesar 126.930.000.

Dari pengamatan kami ada beberapa sudut yang sudah retak dan pecah secara memanjang, begitu juga kondisi lantai banyak yang pecah dan retak juga,dengan anggaran sebesar itu apakah sudah pantas dengan kondisi seperti itu, mengingat usianya bisa dikatakan masih seumur jagung dan untuk menutupi kerusakan itu, sengaja di cat ulang hingga nampak seperti baru.

Sebelum kita turun ke lokasi,Minggu lalu Tim awak media Indonesia jaya berkomunikasi dengan kades Kebonsari itu, awalnya melalui salah satu rekan kita yang ada di Madiun, mengingat kita belum ada akses langsung dengan kades itu. Melalui rekan kita,lalu kades mengajak ketemuan di salah satu rumah makan yang tak jauh dari kelurahan Kebonsari.

Awal tujuan untuk menemui kades Kebonsari itu guna klarifikasi terkait pelaporan anggaran yang sudah di laporkan di kemendes,yakni pembangunan pasar desa/kios desa dan pembangunan yang ada di kantor kelurahan Kebonsari itu,dari data yang kita miliki ada pengeluaran cukup besar untuk kedua bangunan itu,namun saat kita konfirmasi ke beberapa warga banyak yang gak tau adanya pembangunan itu.

Berbeda dengan keterangan warga,kades mengatakan bahwa anggaran yang dimaksud itu untuk pembangunan kios desa dan pagar keliling yang ada di kantornya, saat Tim awak media Indonesia jaya meminta kelokasi bersama-sama, kades beralasan waktunya sudah kesorean dan mengeluh kecapekan pada waktu itu,dan kades menyarankan agar rekan kita aja yang meninjau lokasi mengingat kita sangat jauh dari kabupaten Madiun.

Selang dua hari Akhirnya kabar yang kita tunggu datang juga, melalui handphone rekan kita yang ada di madiun mengatakan bahwa apa yang kita pertanyakan dan patut di klarifikasi itu sudah sesuai,jawaban ini dia dapatkan dari seorang sekdes juga melalui handphone bukan turun langsung ke lokasi.Maka kemarin setelah ada pertemuan dengan mitra kita dari unsur kepolisian, Tim awak media Indonesia jaya bergegas untuk tinjau langsung ke lokasi.

Sepintas dari pemantauan dan pengamatan tim awak media Indonesia sangat jauh berbeda dari apa yang disampaikan kades, contohnya mengenai pembangunan pagar itu,yang namanya pembangunan berarti pembangunan yang dimulai dari nol,yaitu mulai dari titik awal yakni pondasi,namun ada sudut yang masih terlihat dengan jelas perbedaan bangunan yang baru dan lama,juga mengenai pembangunan kios itu,sekilas sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh kades.

Jika sudah begini apa yang sebenarnya terjadi dalam proses penggunaan anggaran dana desa itu,dengan temuan ini tim akan menindaklanjuti dengan mengumpulkan data dan keterangan ke instansi lain,semoga apa yang kita kuatirkan bersama tidak terjadi mengingat banyak sudah pejabat yang terjerumus dan ber urusan dengan aparat penegak hukum.{Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *