Perawat Bertubuh Tambun,Datangi Keluarga Yang Di Duga Jadi Korban Malpraktek

 138 total views,  2 views today

Kabid keperawatan dan juga humas RSUD SOEKANDAR
Kabid keperawatan dan juga humas RSUD SOEKANDAR

Mojokerto, Indonesia Jaya – Belum selesai kesedihan atas meninggalnya istrinya,rasa ketakutan dimunculkan oleh oknum perawat yang bertubuh tambun itu.

Kamis 21/1/21 suami korban beserta anaknya kembali mendatangi rumah Tim awak media Indonesia jaya dan kembali menceritakan apa yang terjadi pada hari Rabu 20/1/21 sore.

Dengan nada marah bercampur sedih anak kandung dan suami almarhum menceritakan bahwa kemarin di datangi oknum perawat tersebut. Dalam ceritanya suami almarhum dituduh mengadu dan melaporkan apa yang dialami almarhum istrinya,padahal sesuai pemberitaan sebelumnya bahwa suami almarhum NY.S itu hanya menceritakan apa yang baru dialami istrinya hingga meninggal dunia.

Atas dasar itu insting sebagai seorang jurnalis tentunya muncul,ada apa dan kenapa itulah yang ada di benak pikiran seorang jurnalis. Hanya dalam sehari sudah dapat kita simpulkan bahwa legalitas dan kapasitas seorang perawat kita pertanyakan, apakah memang sudah layak menangani seorang pasien,dan kompetensinya sebagai tenaga medis apa sudah dimiliki yakni surat tanda register (STR) dan surat ijin praktek (SIP).

Ketika kami datangi rumah oknum perawat tersebut,saat konfirmasi kami sama sekali tidak menyebut nama dan alamat seseorang,akan tetapi setelah mencuat polemik ini justru yang didatangi yakni suami NY.S. Maka patut kita pertanyakan kejadian ini, apakah semenjak NY.S meninggal apa sudah terbayang-bayang apa yang sudah dilakukan atau memang ada sesuatu yang tertutupi ??

Dengan kejadian seperti ini,maka selayaknya bentuk penegasan dan penindakan dari tempat oknum perawat itu bekerja yakni RSUD SOEKANDAR.

Sebelumnya Tim awak media Indonesia jaya sudah mendatangi RSUD SOEKANDAR guna menemui kepala perawat,namun menurut salah satu karyawan bahwasanya kepala perawat masih berhalangan karena masih tahap isolasi mandiri,maka pada saat itu ditemui oleh kasi perawat.

Menurut keterangan yang diberikan oleh kasi,apa yang sudah dilakukan oleh oknum perawat Mr.B itu akan kita klarifikasi, terkait bersalah atau tidak itu nanti pimpinan yang menentukan,pada waktu itu kasi meminta waktu satu Minggu untuk memberi jawaban atas apa yang kami sampaikan.

Sabtu 23/1/21 kembali mendatangi RSUD SOEKANDAR, sesuai janji dari kasi perawatan maka siang ini ditemui oleh Kabid perawatan yang juga sebagai humas RSUD itu, sesuai permintaan kami kapan hari Kabid menunjukkan dua lembar dokumen terkait legalitas dari perawat yang dimaksud,namun mengenai apa yang dilakukan oleh oknum perawat itu salah dan tidak bukan wewenang dari Kabid.

Kabid juga mengatakan karena tindakan itu dilakukan diluar jam dinas,atau di luar RSUD maka itu bukan tanggung jawab dari RSUD,karena untuk perawat ada perhimpunan sendiri yakni PPNI(perhimpunan perawat Nasional Indonesia) untuk lebih jelasnya Kabid menyarankan untuk datang dan klarifikasi ke PPNI,dan bila dalam langkah ini pengembangan dan tindakannya itu dinyatakan bersalah oleh pihak terkait maka akan ada pula sangsi yang akan diterapkan kepada oknum perawat itu (bersambung) {Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *