Angin Segar Bagi Para Oknum Pejabat Pemerintah Yang Nakal

 201 total views,  2 views today

 

Inspektur pembantu satu
Inspektur pembantu satu

Mojokerto, Indonesia Jaya – Terkuak dan jawaban yang sangat mengecewakan bagi masyarakat, Kenapa kok selama ini banyak sekali ditemukan oknum yang nakal khususnya di pemerintah desa maupun kabupaten. Rabu 28/1/21 Tim awak media Indonesia jaya kembali mendatangi kantor inspektorat kabupaten Mojokerto yang ada di jln.RA basuni NO.19c

Menindak lanjuti pemberitaan sebelumnya dengan judul kinerja inspektorat kabupaten Mojokerto patut dipertanyakan,maka siang ini sudah ada jawaban dari Inspektur pembantu wilayah satu yakni Pudji Widodo. Menurut keterangan dari Pudji Widodo sejauh ini kinerja yang sudah dilakukan oleh inspektorat sudah sesuai prosedur yang ada,baik dalam pembinaan dan pengawasannya.

Dalam keterangan yang lain,Pudji juga mengatakan sejauh ini upaya pembinaan dan pengawasan di jajaran inspektorat sudah berjalan dengan baik,dan apabila masih ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan pasti akan kami klarifikasi.

Apa yang disampaikan Pudji,sedikit menarik dan patut dipertanyakan,ketika kami singgung pertanyaan, apabila ada pengaduan dari masyarakat atau lembaga tertentu terkait dugaan penyalahgunaan jabatan atau pengerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi dan proyek yang menggunakan anggaran APBD atau dana yang lain,apa yang akan dilakukan oleh pihak inspektorat  ??.

Dengan tenang sambil tersenyum Pudji mengatakan akan turun ke lokasi yang dimaksud dan akan memeriksa secara detail,apabila terbukti bersalah atau bahkan terbukti mengurangi volume,pihak inspektorat akan memberi sangsi yakni pengembalian apa yang sudah dikurangi,yang jadi pertanyaan segampang dan seenak itukah sangsi yang diberikan ??.

Sebagai masyarakat tentunya bertanya, enak ya jadi pejabat bila terbukti mengurangi volume pengerjaan,atau secara teknis salah hanya diberi sangsi pengembalian,kalau tidak ketahuan berarti dinikmati dong,Pudji punya pemikiran lain.

Banyak contoh yang sudah terjadi dan dialami oleh masyarakat,dalam kehidupan bermasyarakat tentunya kita pernah melihat dan mengetahui,bila ada maling ayam atau motor ketahuan,apa dengan mengembalikan barang yang dicuri selesai urusannya ??kebayakan yang terjadi di pukuli masa dulu baru diserahkan kepada aparat penegak hukum,itupun bila tepat waktu dan bisa tertolong oleh aparat.

Bila mempelajari apa yang dilakukan oleh oknum nakal, dengan sengaja atau tidak sengaja mengurangi jumlah volume proyek yang dikerjakan, seakan tidak jauh berbeda dengan maling ayam dan motor,cuma bedanya sangsi yang diterima,oknum pejabat dituntut mengembalikan sedangkan maling ayam,motor di gebukin masa.

Sungguh amat disayangkan apabila keterangan Pudji itu benar adanya, secara otomatis tidak akan memberi efek jera,karena bisa jadi yang ada dalam pikiran para oknum nakal hanya dua pilihan, ketahuan ya dikembalikan tidak ketahuan ya dinikmati,maka jangan heran apabila pemerintah sejauh ini bisa dibilang mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk biaya perawatan pembangunan. Disamping itu pula mental para oknum nakal semakin menjadi-jadi bila hanya diberikan sangsi pengembalian aja.

Untuk itu harapan terakhir masyarakat hanya pada aparat penegak hukum untuk lebih ekstra dalam pengawasan dan penindakan, karena bila tidak ada tindakan yang tegas dari para penegak hukum,semakin leluasa para oknum nakal dalam menjalani perannya.

Semoga apa yang kita kuatirkan bersama tidak berlarut-larut dan para oknum nakal akan menyadari apa yang dilakukan itu sangat menyakiti hati rakyat, terlebih para pejabat negara pernah bersumpah ketika menerima sumpah jabatan.{Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *