Bupati (Lsm Lira) Probolinggo Menyikapi Langkanya dan Melambungnya Harga Pupuk Subsidi

 191 total views,  4 views today

 

Bupati LSM LIRA kabupaten probolinggo bpk H. samsudin SH.
Bupati LSM LIRA Kabupaten Probolinggo Bapak H. Samsudin SH.

Probolinggo, Indonesia Jaya – Langkahnya pupuk dan melambungnya harga pupuk subsidi di resahkan para petani khususnya masyarakat kecil” kini para petani mengalami ke sulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi 03/02/2021

Menurut Bupati LSM LIRA samsudin SH. di kabupaten probolinggo di duga ada penyelewangan dan monopoli harga eceran tertinggi (H E T) sehingga membuat keresahan masyarakat kecil dan sangad merugikan petani, banyak petani yang mengadu kepada kami atas ke langkaan pupuk subsidi jenis urea yang di butuhkan para masyarakat di bidang pertanian, untuk sementara dugaan kami ada oknum kios dan makelar yang selalu men jajakan pupuk subsidi ke para petani. yang mempermainkan harga pupuk subsidi dan sudah melanggar undang undang no.5 tahun 1999 tanggal 05 maret tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat ungkapnya dengan sapaan akrabnya mas sam.

Menurut petani sebut saja fadol yang di temui awak media di kantor LSM LIRA. Perum De Graha Satreyan Residence Kav. A4 ,Desa Satreyan Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo jawa timur untuk meng komfermasikan benar dan tidaknya langkanya dan melambungnya harga pupuk subsidi yang ada di probolinggo tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Dalam Peraturan Menteri Pertanian No 49 Tahun 2020 pada tanggal 30 Desember 2020. HET pupuk bersubsidi sebagai berikut, Urea per kg Rp 2.250, per karung Urea Rp 112.500, ZA per kg Rp 1.700, untuk per karungnya Rp 85.000, SP – 36 per Kg Rp 2.400 sedangkan perkarungnya Rp 120.000.

Jenis pupuk NPK Phonska per kg dibandrol Rp 2.300 dan per karung Rp 115.000. Untuk jenis Petroganik per kg Rp 800 dan per karungnya Rp 32.000. sedangkan harga sekarang yang ada di probolinggo untuk pupuk subsidi jenis urea 1 kuwintal 390.000 sampai 400.000

Pupuk bersubsidi itu diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam sistem e-RDKK (elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok tani). Caranya menunjukkan identitas KTP (kartu tanda penduduk) serta mengisi form penebusan pupuk bersubsidi. kan tetapi pada kenyataan di daerah probolinggo kartu tani tersebut masih belum ada jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan pupuk untuk para petani pungkasnya orang paiton tersebut.

Petani padi yang lagi bingung untuk mencari pupuk subsidi untuk pupuk padinya

Masih kata bupati LSM LIRA saat di wawancarai oleh awak media di tempat berbeda, Dan perlu di jelaskan bahwa di beberapa daerah 24 kecamatan di kabupaten probolinggo hampir sama, masyarakat untuk membeli pupuk subsidi di paketkan dengan pupuk non subsidi 5 kg hingga 25 kg untuk wilayah pantura mulai dari tongas sampai paiton. Namun di tempat beda di daerah pegunungan daerah tiris di jual 360.000 per kwintal atau 2 karung tanpa ada paket apapun” pungkas mas sam dengan sapaan akrabnya (S.rul)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!