Sederet Fakta-Fakta Pelaksanaan Vaksinasi Perdana di Manggarai

 142 total views,  2 views today

 

Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Ivan Alfa saat disuntik vaksin Covid-19 sinovac
Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Ivan Alfa saat disuntik vaksin Covid-19 sinovac

Ruteng, Indonesia Jaya – Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, CoronaVac mulai disuntikan di Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT pada Kamis 4 Februari 2021.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut berlangsung di Kantor Bupati Manggarai pukul 09.00 Wita.

Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Ivan Alfa menjadi orang pertama yang disuntik sebelum disusul 16 pejabat lainnya.

Berikut sederet fakta yang muncul selama pelaksanaan vaksinasi perdana di Manggarai

1. Dari total 17 pejabat, tokoh daerah dan tenaga kesehatan, 5 pejabat ditunda pelaksanaan vaksinasinya.

Menurut Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Asumpta Jone bahwa penundaan tersebut dikarenakan faktor kesehatan yang kurang membaik saat dicek (tensi darah). Proses vaksinasi bisa dimulai kembali apabila kondisi kesehatan mereka sudah membaik (tensi darah kembali normal).

“Bila tensinya sudah normal maka akan dilakukan vaksinasi pada Sabtu 6 Februari 2021 bertempat di Puskesmas Kota dan Puskesmas Lao.

Adapun kelima pejabat yang pelaksanaan vaksinasinya ditunda, diantaranya Kajari Manggarai, Yoni Pristiawan Artanto, Ketua PN Ruteng, Charni Wati Ratumana, Sekretaris MUI Kabupaten Manggarai, Ismail Nasar dan KTU RSUD Ben Mboi Ruteng, Maksimilian Kolbey.

Sedangkan 12 pejabat yang secara kesehatan lolos dan diperbolehkan mengikuti vaksinasi, diantaranya Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Ivan Alfa, Waket II DPRD Kabupaten Manggarai, Soe Flavianus, Wakapolres Manggarai, Kompol I Wayan Arnaya, Asisten Pemerintah dan Kesra, Frumentinus Do, Sekretaris Keuskupan Ruteng, Romo Manfred Habur, Waket III Unika St. Paulus Ruteng, Romo Ino Sutam, Ketua Majelis Gereja Kristen, Tomy Pinem, Ketua IDI Cabang Manggarai, Marianus Ronald Susilo, Kepala BPJS Kabupaten Manggarai, Miftahul Jannah, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Manggarai, Anselmus Abong, Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Tarsi Pamput, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Manggarai, Stanislaus Bagul dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Ludovikus Moa.

2. Bupati dan Wakil Bupati Manggarai tidak divaksin

Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan Wakilnya Viktor Madur tidak bisa mengikuti vaksinasi perdana ini pasalnya keduanya tidak termasuk dalam daftar peserta vaksinasi karena sudah berusia melewati 59 tahun. Keduanya hanya bisa mengikuti vaksinasi tahap kedua melalui empat tahapan pemeriksaan.

3. Pelaksanaan vaksinasi perdana berjalan lancar tanpa ada keluhan dari penerima

Hingga 30 menit pasca vaksinasi tidak satupun para penerima yang menyampaikan keluhan. Penerima vaksin masih dalam kondisi membaik dan tidak menunjukan gejala atau reaksi.

Itulah sejumlah fakta yang berhasil dihimpun media ini selama pelaksanaan vaksinasi perdana di Manggarai.

Untuk diketahui sebelum pelaksanaan vaksinasi para peserta mengikuti ceremonial yang dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Deno Kamelus.

Pada kesempatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nobertus Burhanus mengatakan bahwa tujuan vaksinasi ini untuk meminimalisir dampak transmisi lokal dari wabah Covid-19 dan menurunkan angka kesakitan/kematian serta mencapai kekebalan tubuh dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial maupun ekonomi di tengah wabah Covid-19.

Boni juga mengatakan bahwa saat ini vaksin sinovac sudah didistribusikan ke tiap-tiap fasilitas kesehatan.

Pemberian vaksin ini, kata Boni, merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi penyebab virus SARS-CoV.

“Meskipun tidak 100 persen bisa melindungi seseorang dari Covid-19. Namun bisa memperkecil kemungkinan gejala yang berat dan komplikasi akibat Covid-19” tutur Boni.

Sementara itu Bupati Manggarai, Deno Kamelus dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada beberapa poin penting dalam pelaksanaan vaksinasi ini yang pertama adalah meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan dan kehalalan vaksin sehingga yang paling utama dari pelaksanaan vaksinasi ini adalah penyuntikan terhadap pejabat esensial dan tokoh daerah. Kedua, pemberian vaksin perdana juga difokuskan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Ketiga, Pemerintah Kabupaten Manggarai akan senantiasa berupaya memperbaiki sistem manajemen penanganan Covid-19 demi kebaikan bersama kedepan.

Menurutnya, tujuan vaksinasi ini adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu melawan virus sehingga dengan demikian mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

“Vaksinasi ini merupakan satu dari upaya Pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Oleh karena itu Kita semua harus wajib divaksin demi mendukung upaya itu” ungkapnya.

Dia pun berharap agar masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksinasi ini sebab BPOM pun telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency untuk vaksin sinovac agar bisa digunakan di seluruh Indonesia. (Berto Davids)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!