Tindak Pidana Berat Jadi Tindak Pidana Ringan, Ada Apa Dengan Hukum Di Negeri Ini

 47 total views,  2 views today

 

Dirwaster
Dirwaster DPD Lembaga KPK Jawa Timur Habib Gila {Baju Merah} beserta anggotanya dan beberapa anggota keluarga korban

SAMPANG, Indonesia Jaya – Menindak lanjuti kasus penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang menimpa dua wanita lansia (Lanjut Usia) inisial LS (50) dan RS (64) sebagai buruh tani warga asal Dusun Pelalangan Desa Gunung Maddah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang yang di lakukan oleh tetangganya sendiri inisial MR sudah memasuki ke ranah meja pesakitan (pengadilan), Rabu (27/01/2021) sekira pukul 14.30 wib.

Di duga ada salah satu oknum melanggar pasal atau merubah pasal yang menerapkan kasus tersebut sebagai tindak pidana ringan. Dalam persidangan di hadiri oleh kedua korban, terdakwa, Dirwaster DPD Lembaga KPK DPD Jawa Timur Habib Gila beserta anggotanya dan beberapa anggota keluarga.

Dalam persidangan Hakim memanggil para saksi untuk memberikan kesaksiannya, Sungguh sangat unik dan pertama kali yang terjadi kasus seperti ini di negeri Indonesia, dimana kasus yang sudah masuk pidana berat bisa jadi kasus TIPIRING.

Kuasa hukum LS dan RS, Nata Saeha Saputra SH melalui Haris, hal ini sungguh aneh bahwa sudah jelas si korban di aniaya dan dapat intimidasi dari si pelaku, bisa bisanya menjadi kasus TIPIRING.

“Kami sangat kecewa dengan hasil penyelidikan dari pihak kepolisian yang bersikukuh menetapkan si pelaku hanya TIPIRING, sudah jelas bahwa si korban mengalami luka lebam sampai tidak bisa bekerja lagi selama 20 hari dan satunya tidak bisa bekerja selama 7 hari, “ungkap Haris.

Masih kata Haris, “selama persidangan kami amati jaksa dari si pelaku seperti memutar mutar pertanyaan kepada si korban, Alhamdulillah akhirnya Hakim menolak kasus TIPIRING tersebut yang di terapkan oleh penyidik kepolisian Polres Sampang dan memutuskan sidang di tunda, Hakim juga meminta kepada semua yang terkait untuk membuktikan serta mendatangkan para ahli untuk sidang yang kedua, “ujarnya.

“Setelah persidangan ini kami akan menindak lanjuti untuk meminta permohonan surat salinan putusan di Pengadilan Sampang, bila sampai sidang kedua tetap mengacuh pada TIPIRING kami akan melanjutkan ke pengadilan negeri Surabaya untuk melakukan banding, “Dalih Haris.

Sementara itu Dirwaster DPD Lembaga KPK DPD Jawa Timur Habib Gila berkomentar, “Kami akan mengawal terus kasus ini hingga si pelaku di hukum yang setimpal, seenaknya saja sudah jelas kasus pidana berat kok bisa jadi TIPIRING apalagi ada intimidasi si pelaku ngomong, biar mati pun gk apa apa, “ungkapnya.

“Jika nanti dalam persidangan kedua masih di putuskan sebagai kasus TIPIRING, Kami akan melayangkan surat ke Pengadilan Negeri Surabaya dan ke Polda Jatim, apakah seperti ini hukum yang ada di negeri tercinta Indonesia, tajam ke bawah, “jelas Habib Gila. (Red).

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *