Dua Hari Terseret Arus, Mayat Santri Ditemukan Di Pesisir Pantai,Polisi Ungkap Fakta Ini

 214 total views,  2 views today

 

Suasana di Sekitar Tempat Pemakaman RARK (13), Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok
Suasana di Sekitar Tempat Pemakaman RARK (13), Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok

Ruteng, Indonesia Jaya – Santri Pondok Pesantren Pancasila Reo berinisial RARK (13) akhirnya ditemukan tersangkut di pesisir pantai Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT Kamis 04 Februari 2021 pukul 23.00 Wita.

RARK ditemukan setelah 2 hari terseret arus Sungai Waepesi saat sedang mandi bersama rekan-rekannya.

Kapolsek Reo, Ipda Agustian Sura Pratama, S.Trk kepada Wartawan menyampaikan beberapa fakta atas peristiwa penemuan itu.

Ia menyampaikan mayat laki-laki tersebut ditemukan oleh seorang Nelayan bernama Vinsensius Jumat yang saat itu kebetulan melintas di pesisir pantai Luwuk. Vinsen diketahui hendak pergi memancing.

Saat melintas di pesisir pantai, kata Kapolsek Agustian, Vinsen tak sengaja melihat sesuatu yang menyerupai wujud manusia. Begitu ia mendekat ternyata sosok mayat manusia tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang berwarna coklat dan ikat pinggang sabuk warna hitam.

Merespon itu, tutur Kapolsek Agustian, Vinsen langsung kembali pulang ke arah kampung untuk menyampaikan kejadian tersebut kepada Ketua RT.

Menanggapi laporan Vinsen, kata Kapolsek Agustian, keduanya langsung meminta bantuan Saudara Ade Parera untuk mengambil gambar mayat itu supaya bisa dikirim kepada kenalan maupun keluarga.

“Keduanya minta bantuan Ade Parera untuk mengambil gambar mayat itu. Setelah mengambil gambar Ade pun langsung mengirim gambar itu ke saudara Norman via WhatsApp yang kebetulan sahabat kenalannya. Norman pun menunjukan gambar itu ke keluarga korban dan pihak keluarga pun mengakui bahwa gambar itu adalah anak mereka yang 2 hari lalu terseret arus Sungai Waepesi” beber Kapolsek Agustian.

Anggota Polsek Reo, anggota Koramil Reo, Sat Pol Air Polres Manggarai dan Tim SAR Manggarai Barat yang menerima laporan itu langsung menuju lokasi penemuan mayat.

“Mendapat laporan tersebut anggota Polsek Reo dan anggota Koramil Reo, Sat Pol Air Polres Manggarai bersama Tim SAR Manggarai Barat bergerak cepat mendatangi TKP guna mengevakuasi mayat ke Puskesmas Reo untuk dilakukan Visum Et Repertum” terang Kapolsek Agustian.

Usai diambil visum, terangnya lagi, mayat diantar menggunakan mobil Patroli Polsek Reo menuju ke rumah duka keluarga korban yang berlokasi di jalan Pekuburan Umum Katolik, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok.

Kapolsek Agustian pun menjelaskan bahwa hasil visum mayat tersebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh sehingga dapat disimpulkan korban murni meninggal tenggelam terseret arus.

Fakta berikut yang diungkap oleh Kapolsek Agustian bahwa dalam proses pencarian korban selama dua hari pihaknya bersama Tim SAR menemukan beberapa kendala, yakni air sungai yang kabur dan arus yang cukup deras sehingga proses pencarian korban pun terhambat. (Berto Davids)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!