Diduga Adanya Pembangunan Jembatan,Kades Dan Kasun Tak Sepaham

 196 total views,  4 views today

 

Kepala Dusun Jeruk
Kepala Dusun

Mojokerto, Indonesia Jaya – Pondasi sebuah bangunan akan kuat bila semua bahan yang digunakan berkwalitas,maka sekuat dan sekeras apa hantaman badai tak akan bisa menggoyahkan bangunan tersebut,begitu juga sistem roda pemerintahan,baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,akan sangat kuat bila jajaran yang menjalankan program pemerintahan diisi oleh orang yang berkwalitas dan bermutu baik.

Untuk mewujudkan kekompakan semua jajaran harus diperkuat dari segala sisi, beda dengan apa yang terjadi di sebuah desa,wilayah kecamatan Gondang,ada satu kepala dusun yang tidak mau mengikuti aturan dan arahan dari kepala desanya dalam memutuskan sebuah program desa.

Seperti yang terjadi saat ada sebuah pembangunan jembatan yang jadi akses masuk ke dusun jeruk,desa pohjejer.Sabtu 6/2/21 Tim awak media Indonesia jaya mendatangi sebuah proyek jembatan yang belum selesai pengerjaan, nampak kayu masih nempel sebagai penyangga cor,dalam pemantauan kami bentuk fisik dari bangunan itu terkesan asal-asalan.

Minggu 7/2/21 Tim awak media Indonesia jaya mendatangi kediaman kepala dusun jeruk yakni Supono guna konfirmasi dan klarifikasi terkait sumber anggaran pembangunan jembatan dusun jeruk itu.Menurut keterangan Supono, anggaran jembatan itu dari beberapa sumber, anggaran awal dari dana kemakmuran tani sebesar 23.000.000,terus sisanya dari beberapa para donatur dengan cara saya nodong sana sini, ungkap Suyono kepada tim awak media Indonesia.

Dari para donatur Supono menerima semen, urukan dan lain-lain, jadi pertanyaan kami bila itu murni dana swadaya masyarakat, kenapa pengerjaan itu dilaksanakan oleh TPK desa ??Lalu Supono menjelaskan bahwa untuk TPJ (tembok penahan jalan) dan cor itu dana dari desa namun besarannya Supono tidak tau,Hanya saja itu hasil dari pengesahan RPJM tahun 2020 dan kami kerjakan di pertengahan Januari ini.

Berbeda dengan pengakuan Supono,kades pohjejer mengatakan untuk tahun 2021 ini desa belum mengeluarkan anggaran untuk pembangunan apapun,jadi kades tidak tau darimana saja anggaran yang dikumpulkan oleh Supono. Pernah memang ada pembahasan mengenai proyek jembatan itu,namun kala itu kades belum menyetujui,baik dari anggaran dan waktu,tapi sekarang kok seakan dipaksakan oleh Supono,maka dengan penyampaian dari Tim media Indonesia jaya,kades berjanji akan memanggil Supono guna dimintai keterangan.

Dalam hal ini kita simpulkan bahwa apa yang dijalankan oleh sistem roda pemerintahan desa pohjejer tidak didukung kekompakan aparatur desa itu, jika dibiarkan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian bisa jadi oknum perangkat desa bisa jadi duri dalam daging,dan bila itu terjadi jangan harapkan roda pemerintahan desa bisa jalan dengan baik sesuai harapan masyarakat.{Bdet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!