Tidak Bisa Penuhi Permintaan Pelakor,Ibu Rumah Tangga Terancam Pidana

 57 total views,  2 views today

Ny.yanti yang sangat berharap keadilan
Ny. Yanti sangat berharap keadilan bisa netral

Mojokerto, Indonesia Jaya – Sebuah ikatan rumah tangga,bisa dikatakan sebuah ikatan bila di landasi kejujuaran pasti akan langgeng, seperti apa yang dialami oleh Ny. Yanti 47 th warga Dsn.urung-urung RT.07 RW.03,Ds.bening kecamatan Gondang kabupaten Mojokerto,yang berdomisili di Desa Pohjejer Kecamatan Gondang. Bertahun-tahun menahan sakit hati atas direbutnya suami sahnya oleh Asiyah warga Dsn.puri desa Puri, kecamatan Puri kabupaten Mojokerto.

Kesabaran yang dijalani oleh Ny.Yanti seakan tidak ada artinya,pada pertengahan bulan Desember 2020 pagi hari ketika Asiyah mendatangi rumah Ny.Yanti dengan wajah emosi. Kedatangan Asiyah pada pagi hari itu dengan wajah dan nada emosi teriak-teriak didepan rumah sambil memanggil Prayitno yang tak lain suami sah dari Ny.Yanti,karena merasa malu sama tetangga sekitar, Prayitno menyuruh Asiyah masuk ke ruangan tamu untuk bicara baik-baik, namun tetap saja berbagai ucapan kotor keluar dari bibir Asiyah itu.

Akan tetapi Ny.Yanti tetap menahan sabar dan cuek, dengan adanya percekcokan antara suaminya dan Asiyah. Namun kesabaran pun ada batasnya,ketika suaminya hendak masuk ke dalam rumah untuk mandi,Asiyah tanpa permisi masuk mengejar Prayitno,istri mana yang bisa nahan emosi kalau sudah melihat kejadian kayak gini, ungkap Ny.Yanti kepada awak media Indonesia jaya. Maka keributan pun terjadi setelah ditariknya tangan Asiyah oleh Ny.Yanti supaya keluar dari dalam rumahnya dan cukup di ruangan tamu aja kata Ny. Yanti.

Merasa tangannya ditarik oleh Ny. Yanti,dan terjatuh,Asiyah balik menyerang dengan mengambil salah satu sandal dari rekan kerja Prayitno buat mukul Ny.Yanti beberapa kali ke pundak atau bahu dan menarik rambut Ny.Yanti hingga tersungkur, karena merasa kesakitan Ny. Yanti secara spontanitas membalas dengan cara seadanya guna membela diri. Saksi lain mengatakan pada saat kejadian memang melihat kejadian tersebut,kita hanya bisa diam saja, karena itu menyangkut urusan rumah tangga jadi tidak berhak ikut campur,namun hanya sebatas berusaha melerai.

Setelah kedua belah pihak puas meluapkan amarahnya, tiba tiba Asiyah pergi tanpa pamit meninggalkan rumah Ny.Yanti selang kejadian itu, kira-kira satu jam kemudian datanglah kepala dusun tlagan menyampaikan kepada Ny.Yanti bahwa baru saja di hubungi pihak Polsek Gondang untuk mengajak dan mendampingi Ny.Yanti ke Polsek Gondang guna mediasi dengan Asiyah.

Namun sesampainya di Polsek Gondang ternyata Asiyah sudah di ruangan Reskrim dan beberapa anggota Reskrim,dalam pertemuan di ruangan Reskrim itu materi yang di mediasikan adalah perdamaian secara kekeluargaan,akan tetapi Ny.Yanti merasa terpojokkan dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu ada salah satu anggota Reskrim yang mengatakan kepada Ny.Yanti bahwa Asiyah sudah kami visum,maka disini timbul pertanyaan kepada kami, ini kejadiannya kan duel dan saling menyerang, bahkan Ny.Yanti dulu yang dipukuli dan akhirnya Ny.Yanti membela diri,karena merasa suaminya direbut dan dilabrak pula,kenapa pihak kepolisian tidak mevisum keduanya antara Ny.Yanti dan Asiyah  ?? kok hanya Asiyah yang divisum ?? ada apa dengan Oknum Reskrim dan jajarannya ??.

Dalam mediasi itu tercetus sebuah permintaan dari Asiyah bahwa Prayitno selaku suami dari Ny. yanti disuruh menyiapkan uang sebesar 25 jt, maka perkara akan selesai dan tidak akan dilanjutkan ke jalur hukum,bahkan dengan bahasa yang hampir sama,Kanit Reskrim mengatakan kepada Ny.Yanti bila tidak ada uang sebesar 25 jt,Ny.Yanti harap di Polsek dulu. karena merasa ketakutan dengan apa yang akan dialami istrinya, Prayitno mengiyakan permintaan Asiyah dan supaya istrinya tidak berurusan dengan hukum.Akan tetapi Prayitno tidak bisa memberi uang sebesar itu dalam waktu sekejap, jadi minta waktu untuk mencari dan memberikan kepada Asiyah.

Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan ini,hingga tanggal 7/2/21 tidak bisa memenuhi uang tersebut,maka pada tanggal 9/2/21 Ny.Yanti dan Prayitno juga saksi lain dipanggil lagi sebagai saksi atas laporan Asiyah.

Senin 19/2/21 Tim awak media Indonesia jaya kembali mendatangi Polsek guna menghadap Kapolsek untuk konfirmasi terkait penanganan ini,namun sayang Kapolsek lagi sibuk,dan kita diarahkan menghadap Kanit Reskrim yakni Ipda Hari Jhajono. Menurut keterangan dari Kanitreskrim apa yang dijalankan sudah sesuai prosedur yang ada, terkait kenapa Ny.Yanti tidak divisum karena Ny. Yanti tidak melaporkan,yang melapor hanya Asiyah berbeda dengan keterangan Anton selaku penyidik,kenapa tidak dilakukan visum ke ny.karena tidak nampak luka pada Ny.Yanti.

Yang jadi pertanyaan sekarang kok bisa seorang penyidik mengatakan Ny.Yanti tidak terluka tanpa melihat hasil visum  ??Kanitreskrim menambahkan bahwa dalam perkara ini sudah naik menjadi penyidikan.

Masih hangat kejadian apa yang dialami oleh warga Jatirejo pada saat jadi karyawan di sebuah pabrik baja,dimana pada saat itu dia dianiaya oleh warga negara asing (WNA) yang punya jabatan di perusahaan itu,hasil visum dan bukti bibir pecah pun sudah didapatkan oleh aparat hukum,namun rasa sakit dan malu yang didapat oleh korban tak sebanding dengan hasil keputusan pengadilan,yang lebih parah lagi sudah menyandang status tersangka,namun masih leluasa bebas sesuai keinginannya.

Sangat berbeda apa yang dialami oleh Ny.Yanti sudah suaminya direbut pelakor hingga terjadi duel,namun dalam perkara ini Ny. Yanti diduga sebagai penganiaya kepada pelapor yakni Asiyah.

Maka Dalam hal ini benar apa yang dirasakan masyarakat selama ini,hukum tumpul keatas dan sangat runcing kebawah,bila sudah terjadi begini bisa jadi tingkat kepercayaan masyarakat kepada para penegak hukum semakin menurun,sebagai masyarakat harus minta keadilan kemana bila para oknum penegak hukum seakan hanya berpihak pada orang yang berkuasa.(bersambung) {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *