Akibat Sopir Ambulance Ngawur,Sopir Bak Tronton Kena Imbasnya

 262 total views,  2 views today

Ambulance dan pengawal jalan
Ambulance dan pengawal jalan

Mojokerto, Indonesia Jaya – Akibat sopir ambulance yang ngawur,sopir asal Mojokerto yang mengemudikan truk tronton dengan nopol W 8151 XJ terancam terkena klaim karena tidak bisa bongkar muatan berupa glondongan rol kertas yang akan dikirim ke sebuah pabrik yang ada di wilayah buduran Sidoarjo,.

Senin 15/3/21 Tim awak media Indonesia jaya memergoki adanya kerumunan beberapa orang dan ada dua mobil ambulance, saat kita dekati lokasi itu ternyata ada suatu kejadian perdebatan antara sopir ambulance dan sopir truk tronton yang muat glondongan kertas dari PT.PAKERIN,
Dalam perdebatan itu sopir sebenarnya sudah berusaha menunjukkan itikad baik,dengan kesadaran diri sendiri akan membantu uang sebesar 200 ribu,namun kesannya masih dipersulit oleh pihak sopir ambulance, inisiatif itu di tempu dengan harapan selesai urusan dan bisa jalan lagi,juga merasa sedikit ketakutan karena jumlah dari pihak ambulance sangat banyak.

Pada saat kita konfirmasi sang sopir truk tronton itu mengatakan bahwa kejadian berawal mobil ambulance yang melaju dari arah Mojosari hendak menuju Sidoarjo,tepat di pertigaan sebelah Utara pabrik kertas PT.PAKERIN hendak menyalip truk tronton,namun karena truk juga mau belok ke kanan dan jarak yang amat dekat maka benturan antara body ambulance dan truk tronton tidak bisa dihindarkan.

Sopir truk tronton yang sedih karena tidak bisa bongkar
Sopir truk tronton yang sedih karena tidak bisa bongkar

Keterangan lain yang diberikan sopir truk tronton yakni sopir merasa panik dan kaget ketika tiba-tiba dari jarak yang sangat dekat ada sebuah ambulance yang berusaha mendahului,terlebih ada beberapa pengendara motor yang berteriak kurangi kecepatan dan berhenti dulu,karena muatan sangat berat jelas gak mungkin bisa berhenti mendadak,ungkap sopir truk tronton kepada awak media Indonesia jaya.

Senada dengan keterangan sopir truk tronton itu,sopir ambulance juga mengatakan hal yang sama yakni ketika berusaha mendahului truk tronton itu sudah memberikan sinyal lampu jarak dan lampu sirine,ditambah beberapa tenaga sukarelawan yang melaju didepannya guna memberikan ruang jalan untuk mendahului, namun karena memang jarak yang amat dekat sehingga benturan tidak dapat dihindarkan,.

Pada saat itu ambulance membawa pasien dari Mojokerto guna kontrol kesehatan,yang jadi pertanyaan sekarang,kalau pasien hanya kontrol, apakah harus menggunakan sistem emergency jalan,dengan mengaktifkan sirine dan tenaga sukarelawan untuk membuka ruang jalan?
Memang sejauh ini ambulance berfungsi sebagai mobil darurat disaat melaksanakan pertolongan pertama menuju rumah sakit atau puskesmas,akan tetapi niat untuk menyelamatkan nyawa pasien,haruskah mengabaikan keselamatan orang lain.

Ambulance juga digunakan untuk pertolongan gawat darurat pra rumah sakit atau dijadikan kendaraan transportasi rujukan,.
Standard yang dimiliki Mobil ambulance gawat darurat wajib dilengkapi dengan peralatan medis, seperti tabung oksigen, obat-obatan gawat darurat, dan cairan infus. Kecepatan mobil ambulans juga dibatasi maksimum 40 km/jam di jalan biasa dan 80 km/jam di jalan bebas hambatan,dari aturan ini apakah sudah dijalankan oleh mobil ambulance dari puskesmas Sidoarjo itu?

Perlu diketahui juga Kendaraan yang mendapatkan prioritas di jalan seperti mobil ambulance dan mobil jenazah itupun bila perlu pengawalan harus dikawal petugas polisi. Hal ini diatur dalam pasal 135 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,tapi yang terjadi siang itu mobil ambulance puskesmas Sidoarjo dikawal oleh sekumpulan anak-anak yang diduga masih dibawah umur,kenapa demikian?

Salah satu pengawal mobil ambulance itu kita konfirmasi, apakah lisensi dan ijin membuka ruang jalan sudah dimiliki mereka?dengan lugas mereka menjawab tidak punya,bahkan yang kita konfirmasi itu belum memiliki surat ijin mengemudi (SIM),bila sudah begini siapa yang patut disalahkan, beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,hanya body sebelah kiri ambulance dan spion yang hancur.

 

Kondisi ambulance yang rusak
Kondisi ambulance yang rusak

Untuk menindaklanjuti terkait kejadian ini, keterangan dan tindakan dari kepala puskesmas Sidoarjo kita perlukan,juga tindakan tegas dari aparat terkait khususnya satlantas polres Sidoarjo akan kita konfirmasi, langkah apa yang akan dilakukan oleh jajaran satlantas terkait adanya pengawalan yang dilakukan oleh beberapa motor yang sangat membahayakan pengguna jalan lain, apalagi sefty dan syarat mengemudi pun belum mereka miliki,haruskah berjuang menyelamatkan nyawa orang lain,tapi membahayakan nyawa orang lain juga.(bersambung){Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *