Di Iming-iming Kompensasi 50 Jt Jalan Dusun Clangap Mlirip Hancur

 50 total views,  2 views today

Lokasi pengurukan proyek perumahan
Lokasi pengurukan proyek perumahan

Mojokerto, Indonesia Jaya – Pembangunan perumahan yang ada di dusun wonokoyo desa Mlirip,kecamatan Jetis, kabupaten Mojokerto yang saat ini dikerjakan pengembang PT Persada Mulia Timur kini bikin warga dan pengguna jalan lain resah,dikarenakan antrian bongkar untuk uruk pembangunan perumahan memakan hampir 80% lebar jalan.

Rabu 31/3/21 Tim awak media Indonesia jaya datang ke lokasi proyek guna konfirmasi terkait Ijin jalan apa sudah dilakukan oleh kontraktor Faqih kepada pihak pemerintah desa setempat.

Menurut keterangan Kinanjar selaku pelaksana pembangunan proyek, untuk ijin IMB (ijin mendirikan bangunan) sudah ada,namun terkait ijin jalan,Kinanjar sudah melaksanakan sesuai dengan SPK (surat perintah kerja),MOU antara pengembang dengan kontraktor yakni Faqih atau CV.SETIA KAWAN yang berkantor di daerah Jetis kabupaten Mojokerto.

Keterangan lain yang kita dapatkan di lokasi pengurukan proyek tersebut, yakni pengakuan dari Faqih,selaku kontraktor yang dipercaya untuk menguruk lokasi proyek pembangunan perumahan, pihak kontraktor telah meminta ijin kepada pemerintah desa dan telah membayar sebesar 5 Jt dan uang tersebut diterima oleh sekretaris desa dan Kasun setempat.

Akibat adanya truk bermuatan uruk yang hampir tiap hari lewat, beberapa titik jalan desa yang terpantau dalam kondisi rusak,jadi pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan ini,apalagi jalan itu sebagai fasilitas umum maka bisa jadi selama ini anggaran dan pengerjaannya dibiayai oleh negara.

Dikutip dari keterangan salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya,kita sempat bertanya dalam hati untuk lokasi kerusakan yang diakibatkan adanya pengurukan proyek itu dan tidak jauh dari kediaman pemimpin dari media RepublikNews Simon Binadi yang sudah dikenal masyarakat,akan tetapi kok terkesan membiarkan dan cuek dengan adanya keluh kesah warga,ada apa dengan semua ini?

Karena menyangkut fasilitas umum, tentunya yang bertanggung jawab adalah pemerintah desa. Sekitar pukul 10.00 wib Tim berusaha menemui kades Mlirip, namun kades tidak ada dikantor dan hanya ditemui oleh seorang staf kelurahan.

Kondisi jalan yang nampak rusak
Kondisi jalan yang nampak rusak

Maka kita mengembangkan keterangan yang diberikan oleh Faqih.Tim berusaha mencari keterangan dari pejabat desa, terutama keterangan dari sekretaris desa,namun hanya bisa komunikasi melalui handphone. Saat kita konfirmasi terkait siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan desa itu, sekdes melalui handphone mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah kontraktor pengurukan,hal itu akan dilakukan setelah pengurukan selesai,.

Berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Kasun, untuk kopensasi yang dijanjikan pihak kontraktor pengurukan yakni anggaran kurang lebih 50 Jt, itupun tergantung jumlah kubikan yang akan di uruk ke lahan proyek,adapun yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan itu yakni pihak pengembang perumahan, itupun akan dikerjakan setelah proyek selesai,bila sudah terjadi begini kekhwatiran akan adanya saling lempar tanggung jawab bisa saja terjadi,dan ujung-ujungnya pemerintah desa yang memperbaiki,dari mana sumber dananya? tentunya dari APBD,dengan begini siapa yang diuntungkan?

Kantor kelurahan desa Mlirip kecamatan Jetis kabupaten Mojokerto

Sampai berita ini dinaikan kami masih mencari pihak-pihak terkait untuk dikonfirmasi {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *