Pengadilan Negri Surabaya Menggelar Sidang Praperadilan Terhadap Polrestabes Surabaya 

 38 total views,  2 views today

 

Hakim IG saat membuka sidang persidangan praperadilan
Hakim IGN  BHARAWA saat memimpin persidangan praperadilan

Surabaya, Indonesia Jaya – Persidangan praperadilan atas permohonan David (49) warga Jalan Kenjeran Surabaya terhadap Polrestabes Surabaya akhirnya di sidangkan, Hakim IGN Bharawa sebagai Hakim tinggal dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di ruang Sari 2, rabu (31/03/21).

Meski sempat ditunda dalam sidang pekan lalu karena ketidakhadiran pihak termohon, akhirnya Bidang Hukum (Kuasa Hukum) Polrestabes Surabaya (Termohon) menghadiri sidang hari ini.

Lukas Santoso, SH selaku tim penasehat hukum pemohon, meminta ke Hakim untuk permohonan kami segera dibacakan saja.

Hakim juga menanyakan ke pihak termohon ke kuasa hukum Polrestabes Surabaya, Apakah ada rencana mengajukan keberatan? tim bidang Hukum menjawab tidak akan mengajukan keberatan.

Hakim IGN Bharawa menyarankan agar pihak pemohon dan termohon Polrestabes Surabaya untuk menyelesaikan persoalan ini dengan damai, sebelum sidang ditutup.

Setelah persidangan, Pelita dari Bidang Hukum Polrestabes Surabaya mengaku akan mengikuti proses persidangan ini sesuai prosedur.

Kami tetap menghormati proses persidangan dan permohonan pemohon. Karena praperadilan ini merupakan hak semua warga negara, terangnya

Saat ditanya tentang saran hakim untuk berdamai, Pelita mengaku akan melaporkan hasil persidangan ke pimpinannya, jawabnya.

Di tempat terpisah, Andry Ermawan salah seorang kuasa hukum pemohon praperadilan lainnya berharap permohonan praperadilan atas SP3 Nomor S.P/70/II/RES.1.8/2021/Satreskrim tertanggal 10 Februari 2021 dinyatakan cacat hukum.

Menurutnya, penghentian perkara atas nama terlapor Hendrawan Teguh dkk telah melanggar Hukum acara Pidana. Seharusnya perkara yang dimohonkan praperadilan ini telah memenuhi unsur tindak pidana, dan dilanjutkan pada penetapan tersangka. Terlebih, jika mengacu alat bukti yang telah diserahkan ke penyidik termasuk juga dilakukan pemeriksaan saksi ahli.

Seharusnya kasus ini berlanjut ke penuntutan, karena unsur-unsur Pidananya sudah terpenuhi sebagaimana yang diterangkan saksi ahli yang kami hadirkan saat penyidikan, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Permohonan praperadilan ini diajukan untuk melawan SP3 yang diterbitkan Kapolrestabes Surabaya tertanggal 10 Februari 2020, terkait tindak pidana pencurian yang disertai dengan ancaman kekerasan dan perampasan kemerdekaan yang diduga dilakukan Hendrawan Teguh dkk.

Dijelaskan dalam permohonan praperadilan, tindak pidana tersebut
terjadi pada 12 Juni 2020 lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu rumah pemohon praperadilan (David) didatangi oleh beberapa orang diduga atas perintah termohon praperadilan.

Saat mendatangi rumah pemohon praperadilan itu, beberapa orang yang diduga suruhan dari termohon praperadilan menuduh istri David yakni Debora Wirastuti Setyaningsih melakukan penggelapan uang perusahaan.

Atas tuduhan itu, salah seorang oknum polisi berinisial TH bersama orang yang disinyalir suruhan termohon praperadilan mengambil barang-barang milik pemohon praperadilan dan menyuruh Debora untuk menandatangani kuitansi kosong.

Selanjutnya orang-orang tersebut juga membawa Debora untuk menunjukkan rumah Fitri, salah seorang karyawan termohon praperadilan. Kemudian, Debora dan Fitri dibawa ke kantor termohon yakni PT Elmi Cahaya Cendikia dan selanjutnya terjadi penyekapan selama beberapa jam.

Tim pengacara David, Selain menggugat SP3 perkara tersebut di PN Surabaya, Juga, Andry Ermawan dan tim advokat pemohon praperadilan lainnya yakni, Lukas Santoso, Achmad Hayyi, Imam Syafi’i dan Hendra Sasmita, diungkapkan telah melaporkan oknum polisi yang terlibat dalam peristiwa pidana ini ke Propam mabes Polri serta suray ke Kapolri.(Red)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *