Aset Desa Raib Diduga Inspektorat Sengaja Tutup Mata

 102 total views,  2 views today

 

awak media cetak dn online bersama Lsm Teropong komfermasi dengan pihak inspektorat
Awak media cetak dan online bersama Lsm Teropong konfirmasi dengan pihak inspektorat

Probolinggo, Indonesia Jaya – Pilkades tahap 1 yang akan di laksanakan tanggal 2 Mei 2021 hanya tinggal hitungan hari. Permasalah yang timbul di kalangan masyarakat tak kunjung selesai. Wonorejo Salah satu desa di kecamatan Wonomerto kabupaten Probolinggo.

Pilkades kali ini menuai permasalah yang sangat pelik, seperti yang di beritakan oleh media online sebelumnya bahwasannya ada dugaan kecurangan panitia yang berkerja sama dengan Camat Wonomerto.

Tak berhenti begitu saja permasalah tentang rekom Mardikan mantan Kepala Desa Wonorejo dari inspektorat yang keluar tanggal 16/2/2021 namun masih mempunyai tanggungan PBB yang baru di lunasi tanggal 9/3/2021. Tak ada yang bisa bertanggung jawab dari permasalahan ini semua pihak saling lempar dengan pendapat masing masing.

Inspektor pembantu wilayah II (dua) Amalia Etiq Primahayu, SH. M.Si sebagai pembina tingkat I (satu) menjelaskan kepada awak media dan LSM Teropong ” tugas kita banyak dengan waktu yang begitu singkat, surat keterangan dari inspektorat keluar karena memang ada kelonggaran untuk para calon, pak mardikan juga nungguin terus disini sebelum rekom itu keluar, sebenarnya ini sebuah kelonggaran.

Ini semua masih lumrah (biasa) ini kami mengejar target untuk menyelesaikan ini semua, Bu Tantri mungkin memberikan ini agak longgar yang November akan lebih banyak lagi , jadi seleksinya tidak terlalu mendetail karena ada berita acara untuk menyelesaikan beban tersebut. Kita Bukan memberi kelonggaran tapi memberikan kesempatan.

Masih dengan inspektorat, saat ditanya untuk Sapandi yang pada hari penetapan sepeda sebagai aset Desa yang masih di gadaikan, Amalia tidak bisa menjelaskan seperti yang telah di atur perbup tahun 2021, kami hanya mendapatkan laporan secara administrasi tanpa ada bukti fisik dari aset Desa

Ketua LSM Teropong Badrus mengatakan ” dugaan inspektorat curang disini sangat jelas mengatakan kemanusiaan dengan memberikan kelonggaran kepada mantan kepala desa walaupun belum melunasi tanggungannya dan mengembalikan aset Desa, Ibu Amalia terlalu berbelit Belit dalam memberikan keterangan seolah olah dia tidak siap mengemban amanah sebagai pembina tingkat I di inspektorat, semua jawaban ngambang dengan membawa nama “ibu tantri” sebagai Bupati Probolinggo sebagai penyelamat dari tindakannya tersebut.” Kata Badrus

Jumat (9/2) saat ditemui media Mardikan menjelaskan ” saya waktu itu ke inspektorat sendirian dengan naik sepeda, dan saya tidak menekan inspektorat seperti yang Bu Amalia jelaskan ke LSM dan Wartawan, saya bayar tunggakan itu setelah di suruh Ketua panitia yang tak lain masih keponakan saya, namun setelah penetapan hal itu yang di buat alasan saya tidak lolos” jelas Mardikan menanggapi pernyataan dari inspektorat . (S.rul)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *