Bekas Penjara Kalisosok Surabaya Mulai Dibersihkan

 24 total views,  2 views today

 

Petugas mulai melakukan pemotongan pohon dan ranting-ranting liar
Petugas mulai melakukan pemotongan pohon dan ranting-ranting liar

Surabaya, Indonesia Jaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Tim Ahli Cagar Budaya Surabaya mulai mengadakan kegiatan bersih-bersih di bekas Penjara Kalisosok.Kamis, 8/4/2022

Bersih-bersih bekas kalisosok melibatkan DKRTH, Linmas beserta Satpol PP, mereka melakukan penebangan dan perantingan pohon yang tumbuh liar memenuhi kawasan bekas penjara ini. Alat berat juga diterjunkan untuk membuka jalan menuju bangunan utama yang telah menyerupai hutan.

Tim bergerak bersama memotong pohon yang mati dan runtuh, serta tanaman-tanaman yang berpotensi merusak bangunan.

Menurut Retno Hastijanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Surabaya, selain memberi intensif pengurangan PBB sebesar 50 persen untuk bangunan cagar budaya, Pemkot Surabaya juga rutin memelihara lingkungan sekitar bangunan cagar budaya, melalui DKRTH.

“Kegiatan pagi ini kita laksanakan sebagai upaya membantu pemilik bangunan bekas penjara agar bisa dimanfaatkan, setelah sekitar 20 tahun tidak tersentuh,” ujarnya.

Hasti mengatakan, dengan cara ini setidaknya bisa membuka jalan menuju bangunan utama, sehingga terlihat bagian mana yang bisa dikembangkan ke depannya.

Alat berat diterjunkan untuk membuka jalan menuju bangunan utama bekas Penjara Kalisosok yang telah menyerupai hutan. Menurutnya, berdasarkan UU No 11 tahun 2010 setiap kawasan cagar budaya memiliki zona inti, zona penunjang, zona pendukung, serta zona pengembangan.

Alat berat didatangkan untuk membuka jalan menuju bangunan utama
Alat berat didatangkan untuk membuka jalan menuju bangunan utama

“Dari bersih-bersih ini nanti akan bisa dinilai zona-zona yang ada di bekas Penjara Kalisosok ini,” kata Hasti. Kemudian bisa diprioritaskan zona mana yang bisa diselamatkan lebih dulu, lanjutnya.

Mengenai rencana pemanfaatan bekas bangunan penjara ini, Hasti mengatakan masih perlu berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, tentang perencanaan kota, dan masih akan ditinjau aturannya.

Pengembangan bangunan ini juga akan dikomunikasikan dengan pemilik. Dari masukan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang nantinya, pemilik akan melihat apa yang bisa dikembangkan bersama.

“Sementara tim cagar budaya akan mendampingi proses pengembangan dari bangunan bekas penjara ini,” terang Hasti. {Red}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *