Dalang Dari Dugaan Pungli Bansos Desa Resongo Dilakukan Oleh Ketua kelompok

 34 total views,  2 views today

pungli bantuan sosial (BANSOS) Program Keluarga Harapan (PKH)

Gambar Ilustrasi pungli bantuan sosial (BANSOS) Program Keluarga Harapan (PKH)Probolinggo, Indonesia Jaya – Maraknya permasalah bantuan Sosial (bansos) di kalangan masyarakat bawah kini kian ramai menjadi perbincangan, selain pengurangan jumlah penerima bansos kini terhembus kabar Pungli untuk pengambilan bansos sembako yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. 10/04/2021

Salah satu warga yang berinisial M mengatakan ” saya mendapatkan bantuan PKH berupa uang sebesar Rp 600.000 Rupiah namun saya tidak di beri bukti struk hanya tulisan tangan biasa, itupun saya memberi ke ketua kelompok Rp 50.000 Rupiah karena kalau di beri Rp 20.000 Rupiah takutnya bantuan saya di cabut, karena di sini sudah banyak yang di hapus, mau minta ATM saja saya takut. Sekarang ditambah lagi saya harus bayar Rp 30.000 Rupiah untuk pengambilan bantuan sembako karena 2 bulan sekaligus, saya dapat beras sama telor saja, bayar uang sebesar itu buat saya berat,namun mau gimana lagi saya butuh bantuan ini, saya takut jika melaporkan nanti kalau ketahuan bantuan saya akan dihapus dan dimusuhi ketua kelompok ” jelas M dengan wajah sedih.

Koorkab PKH Rosi ketika diberi informasi dugaan pungli tersebut menjawab ” kami sudah turun ke lapangan Tepatnya di dusun ronggotali Desa Resongo Kabupaten Probolinggo dan akan bertindak sebagaimana mestinya, menurut beberapa KPM pungutan tersebut tidak ada paksaan dari pihak ketua kelompok yang bernama Yana, dan ATM memang ada di Yana, sebenarnya memang tidak boleh ATM di pegang oleh pihak ke 3 namun itu dilakukan karena permintaan KPM agar waktu pengambilan di bantu oleh Ketua kelompok. Adanya pungli menurut ketua kelompok Yana itu sukarela dari pihak KPM , dan masalah uang PKH yang diambil namun struk pengambil tidak di berikan itu pun sudah kami utarakan ke pihak ketua kelompok. Dan dalam waktu dekat kami akan kumpulkan di balai desa Resongo guna memberikan wawasan dan arahan ” jelas Rosi yang selalu siap turun jika ada laporan dari masyarakat.

Sabtu (10/4) Badrus Sebagai pemuda Resongo yang juga Ketua DPC LSM Teropong terkejut saat di konfirmasi oleh media ” Maaf ya mas saya disini tidak menutut apapun dari permasalahan ini, jangan sangkut pautkan saya dalam permasalahan ini, mungkin Yana ketua kelompok itu memang ada konflik pribadi sama saya Monggo kerumah saya tunggu.

Yang sangat menyakitkan ketika Yana Telfon Ibu saya , kenapa saya yang di suruh di atur oleh orang tua saya dan kenapa bawa bawa orang tua saya yang tidak tahu permasalahannya, ketika ada apa apa dengan orang tua saya atau kaget saya laporkan telah menggangu keluarga saya, jangan mengadu kepada orang tua saya, saya punya kantor kalau tidak mau ke kantor kerumah saya, rumahnya sebelahan dengan rumah saya, yang perlu di atur itu bukan saya tapi yana, orang dinsos sampek datang kerumahnya karena tidak bisa di atur. Untung aja masih belum di laporkan ke pada pihak hukum.

Harapan saya terhadap pihak pihak terkait seperti pendamping PKH buka mata dan telinga agar tahu di bawah itu ada apa? Dugaan saya Pendamping Resongo cuma makan gaji buta. Dinas sosial juga harus tegas mengambil langkah yang terjadi saat ini”. Jelas Badrus dengan nada tinggi (S.rul )

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!