Akibat Program BNI, Kerumunan Massa Tidak Hiraukan Prokes Pemerintah

 138 total views,  2 views today

Kerumunan nasabah yang tidak mematuhi protokol kesehatan
Kerumunan nasabah yang tidak mematuhi protokol kesehatan

Mojokerto, Indonesia Jaya – Kerumunan masa terjadi lagi di depan kantor unit BNI Dlanggu. Ratusan warga penerima uang dari BNI (bank nasional Indonesia) sebesar 1.200.000 program PNM mekaar,disalurkan langsung melalui rekening masing-masing nasabah.

Rabu 14/4/21 sekitar pukul 08.30 wib tepatnya di depan BNI unit Dlanggu warga bergerombol mengantri di ATM guna mengambil uang yang masuk ke rekening mereka. Dalam antrian tersebut para nasabah seakan tak menghiraukan protokol kesehatan, Selain tidak menjaga jarak, banyak yang tidak menggunakan masker dan tidak ada pengamanan dari kepolisian ,sehingga kerumunan tak terkendali, sangat memungkinkan dan beresiko terjadinya penyebaran covid 19.

Dalam kerumunan nampak seorang security membantu nasabah yang ada didalam ruangan ATM, security itu pun tidak mengenakan masker dengan benar, termasuk warga yang lagi transaksi di ATM. Amat disayangkan apa yang dilakukan oleh security BANK BNI unit Dlanggu itu. Ketika awak media Indonesia jaya mengkonfirmasi terkait adanya kerumunan dan juga mempertanyakan kenapa gak meminta bantuan dari pihak keamanan lain, jawabannya dengan nada sinis dan tidak welcome kepada jurnalis. Dengan nada tinggi security melarang dan tidak suka dengan adanya perekaman, namun karena ini sudah tugas dan profesi kami sebagai seorang jurnalis,maka segala hadangan dan tantangan tetap kita hadapi.

Security yang melarang wartawan meliput

Semakin lama semakin tak terkendali kerumunan warga,awak media Indonesia jaya berusaha menghubungi pihak Koramil dan Polsek terdekat guna membantu mengatur warga yang semakin membludak, alhasil tim berhasil menghubungi salah satu anggota Polsek dan menyampaikan keadaan yang ada di depan kantor BNI unit Dlanggu,saat itu pula anggota Polsek mengatakan secepatnya akan ada anggota yang merapat,mohon ditunggu karena masih apel, ungkap anggota tersebut kepada awak media Indonesia jaya.

Belum puas meluapkan emosinya, security BNI mendatangi awak media yang ada di seberang jalan ketika lagi mewawancarai beberapa warga yang hendak mengambil uang dari program mekaar. Dengan nada tinggi security itu meminta awak media memberikan IDcard dan KTP (kartu tanda penduduk) karena bukan wewenang security untuk meminta KTP kami, maka saya hanya tunjukan IDcard sebagai dasar legalitas kami sebagai anggota jurnalis saat bertugas dalam mencari bahan pemberitaan.

Menjadi serangkaian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pihak atau PT Bank Negara Indonesia Tbk atau lebih dikenal BNI kembali ditunjuk pemerintah, yaitu dalam hal Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau disebut UKM.

Di mana penunjukkan tersebut untuk menyalurkan pencairan dana Bantuan Presiden (Banpres) Produktif bagi seluruh pelaku usaha mikro. Namun dalam hal ini khusus untuk BNI mencairkan Banpres UMKM dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari sekian program pemerintah yang telah dilaksanakan bertujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang mengalami penurunan dengan adanya wabah covid 19,akan tetapi bila cara pembagian dan penyaluran kepada masyarakat sangat beresiko terjadinya penyebaran covid 19,maka akan sia-sia program yang selama ini sudah dijalankan pemerintah.

Untuk melengkapi keterangan atas adanya kerumunan didepan kantor BNI UNIT DLANGGU,siang sekitar pukul 13.30 wib awak media Indonesia jaya kembali mendatangi kantor BNI guna menghadap kepala unit, namun menurut salah satu pegawai bahwa pimpinan lagi ada giat diluar, sementara saya yang mewakili, ungkap pegawai tersebut. Dari keseluruhan apa yang kami sampaikan, pegawai tersebut mengatakan bukan kapasitasnya untuk memberikan steatment terkait kejadian pagi tadi, sejauh ini bila ada suatu permasalahan terjadi yang sekiranya menyangkut kinerja BNI,untuk unit maupun cabang tidak diperbolehkan untuk memberikan steatment,ada yang berwenang sendiri yakni manajer area Surabaya “ungkapnya.

Mengenai tindakan yang sudah dilakukan oleh security tadi,pihak unit Dlanggu berjanji akan memanggil dan memintai keterangannya,yang jelas apa yang sudah dilakukan oleh security itu bukan arahan ataupun intruksi dari kantor, melainkan SDM nya sendiri,dan saat itu pula wakil dari kepala unit BNI Dlanggu meminta maaf kepada awak media Indonesia jaya atas ketidak nyamanan dalam tugas peliputan. (Bondet)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!