Diduga Belum Mengantongi Ijin,Pengembang Nekat Bangun Jembatan Diatas Tanah Pengairan

 94 total views,  6 views today

Kondisi jembatan yang dikerjakan oleh pengembang perumahan
Kondisi jembatan yang dikerjakan oleh pengembang perumahan

Mojokerto, Indonesia Jaya – Ulah nekat yang dilakukan pengembang perumahan sungguh berani.Belum selesai dokumen yang wajib dipenuhi,sudah berani membangun jembatan diatas tanah pengairan.

Senin 13/4/21 Tim awak media Indonesia jaya mendatangi lokasi yang akan dibangun sebuah perumahan yang ada di wilayah kecamatan Soko kabupaten Mojokerto.Ketika mendatangi lokasi pembangunan jembatan nampak para pekerja lagi beraktifitas.

Saat di lokasi proyek, jembatan yang titik lokasinya berhadapan dengan tempat pendidikan sekolah menengah , ada beberapa pekerja yang sedang mengerjakan sebuah pondasi jembatan yang melintasi lahan pengairan.Saat kita konfirmasi seseorang yang bernama Tunggal yang mengaku sebagai pelaksana pekerjaan mengatakan bahwa jembatan itu akan digunakan untuk akses menuju pembangunan sebuah perumahan.

Awak media Indonesia jaya bersama Tunggal pelaksana pekerjaan jembatan yang melintasi area pengairan

Karena Tunggal dalam hal ini hanya sebagai pelaksana pekerjaan,maka untuk kelengkapan legalitas dokumen Tunggal tidak mengetahui, maka melalui handphone disambungkan kepada Mufid selaku penanggung jawab pekerjaan,
menurut keterangan Mufid untuk semua perlengkapan dokumen masih dalam proses pengurusan, karena ada sistem yang eror terjadilah kemunduran hingga hari ini “ungkap Mufid kepada awak media Indonesia jaya.

Untuk melengkapi keterangan yang diberikan oleh Mufid, Kamis 15/4/21 Tim awak media Indonesia jaya didampingi oleh Wakil ketua LSM ammor “Farkhan dan beberapa tokoh masyarakat mendatangi instansi terkait guna konfirmasi.

Di kantor UPTD pengairan yang kantornya berada di sekitar kawasan pemkab kabupaten Mojokerto tim ditemui oleh staf lapangan,namun sayang hanya sedikit keterangan yang kami dapatkan, untuk lebih jelasnya disarankan besok menemui saudara Joko yang lebih berwenang dalam menyampaikan steatment.

Setelah dari pengairan tim bergeser ke kantor dinas PUPR kabupaten, alhasil mengenai rekom jalan sepadan belum ada jawaban yang kongkrit dari dinas PUPR,karena pejabat yang dimaksud tidak ada dikantor. Ketidakjelasan dalam hal ini pemerintah desa setempat pun sempat terabaikan dalam penyampaian kegiatan.

Menurut keterangan kepala desa modongan, hingga hari ini belum ada satupun perwakilan dari pengembang yang memberikan ataupun sekedar menunjukkan dokumen terkait perijinan, memang soal ijin dan kesepakatan mengenai fasum (makam) sudah ada kesepakatan dengan beberapa warga dan kepala dusun,tapi soal ijin kegiatan sama sekali belum ada.

Kepala desa modongan, kecamatan Soko kabupaten Mojokerto
Kepala desa modongan, kecamatan Soko kabupaten Mojokerto

Bila sudah terjadi begini,maka masyarakat wajar bila bertanya-tanya,ijin dari dinas terkait belum ada kok sudah bisa mengerjakan pondasi untuk jembatan ??Apalagi jembatan itu melintasi lahan pengairan yang selama ini digunakan oleh para petani setempat untuk jalur irigasi ke persawahan. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan jembatan untuk akses perumahan itu tidak akan mempengaruhi debit air yang selama ini dimanfaatkan oleh petani setempat dan masyarakat tentunya berharap tindakan tegas dari aparat terkait bila memang pengembang terbukti dengan sengaja melanggar aturan pemerintah. {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!