Pembangunan Drainase,Warga Dibebani Biaya Tambahan

 80 total views,  6 views today

Proyek yg menggunakan anggaran dana desa,warga masih dikenakan biaya tambahan
Proyek Drainase dengan sebagian uang Warga

Mojokerto, Indonesia Jaya – Demi melancarkan dan memuluskan program pengolahan dana desa, banyak cara dan strategi yang dilakukan tiap masing-masing kepala desa,baik melalui pembangunan jalan, fasilitas umum atau yang lainnya,tentunya dari semua program itu bertujuan membuat masyarakat makmur dan sejahtera.

Pengertian dana desa adalah sejumlah anggaran dana yang diberikan kepada desa dari pemerintah,Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10% dari APBN,.

Alokasi dana yang diberikan harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Setiap kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa, melalui beberapa tahapan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang jelas dan berdasar prinsip. Segala bentuk laporan yang dibuat harus transparan dan dapat dipertanggung jawabkan,.

Hal lain terjadi di salah satu desa yang ada di wilayah kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto tepatnya didesa karangkedawang.Dimana ada sebuah pengerjaan proyek pembangunan Drainase yang dibiayai oleh dana desa, volume yang dikerjakan sesuai papan proyek yang di munculkan yakni panjang 137 m,mengenai lebar dan kedalaman tidak dicantumkan oleh TPK nya.
Dalam pembangunan Drainase itu, anggaran yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah desa sebesar Rp 49.844.000.00,.

Dengan adanya pembangunan Drainase itu, awalnya warga sangat merasa senang sekali, akan tetapi pada akhirnya muncul keluh kesah warga dengan adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh beberapa warga yang rumahnya dilewati oleh proyek Drainase itu.

Kades karangkedawang saat dikonfirmasi di rumah kediamannya
Kades karangkedawang saat dikonfirmasi di rumah kediamannya

Warga mengeluh dengan adanya tambahan biaya yang nominalnya bervariatif yakni mulai dari 220 rb hingga 250 rb,adapun yang berperan dalam penarikan biaya tambahan itu yakni Mr.A selaku pelaksana pembangunan.

Menanggapi keluh kesah warga desa karangkedawang itu,Senin 19/4/21 Tim awak media Indonesia jaya didampingi wakil ketua LSM yang ada di Mojokerto yakni Farkhan, mendatangi lokasi proyek pembangunan Drainase itu,tak selang begitu lama datanglah Mr.A yang dimaksud.

Saat kita konfirmasi Mr.A mengakui semuanya terkait ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan warga. Mr.A berdalih uang yang diterima dari warga itu untuk membeli besi dan semen yang digunakan untuk menutup Drainase didepan rumah warga itu sendiri,soal pasir diambilkan dari pasir yang sudah tersedia, untuk warga yang tidak membayar,pihak pelaksana proyek tidak menutup Drainase itu.

Sekitar pukul 16.20 wib tim bergeser ke rumah kediaman kepala desa guna konfirmasi lebih lanjut,terkait adanya biaya tambahan yang dilakukan oleh pelaksana pembangunan,.
Menurut keterangan kepala desa karangkedawang itu, mengenai apa yang dilakukan Mr.A itu diluar sepengetahuan pihak pemerintah desa, tetapi dalam hal ini kepala desa akan meminta keterangan dari sekdes, karena sekdes dalam hal ini dipercaya sebagai pengawas proyek,dan yang pasti akan memanggil Mr.A untuk dimintai keterangan.

Mr.A sebagai pelaksana pekerjaan proyek drainase
Mr.A sebagai pelaksana pekerjaan proyek drainase

Upaya pemerintah selama ini,dengan adanya program dana desa tentunya berharap bisa dirasakan semua lapisan masyarakat,Faktor penting lainnya sebagai stimulus yang mampu mengubah dan memperlancar roda pembangunan ekonomi pinggiran di desa adalah keberadaan dan pemanfaatan dana desa. Kenapa demikian? Program desa akan berjalan sesuai target waktu dan sesuai harapan apabila didukung oleh dana desa yang akan memperlancar proses pembangunan di desa. {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!