Di Duga PLT Camat Mulyorejo Tidak Berpihak Ke Warga RW 03 Kalisari Damen Surabaya

 26 total views,  4 views today

Tengah PLT Camat Mulyorejo Deddy Syahrial
Tengah PLT Camat Mulyorejo Deddy Syahrial

Surabaya, Indonesia Jaya – Deddy Syahrial PLT Camat Mulyorejo yang merupakan struktural administrasi pemerintahan, ternyata tidak bisa menyelesaikan persoalan terkait sengketa tanah yang di alami oleh RW 3 Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo Surabaya dengan PT. Titis Rezeki itu sangat di sayangkan sekali.

PT Titis Rezeki (TR) adalah suatu badan usaha Persero Terbatas yang bergerak dalam bidang Deploper atau perumahan. Namun, dalam dugaan terkait pembebasan lahan yang ada di Kelurahan Kalisari, Dusun Kalisari Damen, RW 3, kecamatan Mulyorejo ada dugaan yang tidak benar. Pasalnya, tanah Lumbung Kampung RW 3 seluas beberapa hektar telah di caplok PT. TR.

Terkait persoalan itu, dijelaskan Abdul Muntholib sebagai RW 3 Kalisari Damen mengungkapkan. Bahwa melalui kantor kecamatan Mulyorejo selaku pemediasi perkara antara warga Damen RW 3 dengan PT. TR tak kunjung titik temu.

Meskipun mediasi ini sudah dilakukan tiga kali pertemuan, tapi tidak ada titik temu dari persoalan ini. Bahkan pihak PT TR sudah mengingkari warga terkait perjanjian mediasi, jelas Muntholib, Kamis (08/04/21).

Abdul Muntholib menerangkan, PT. TR tak akan hadir lagi, meskipun Plt Camat Mulyorejo yakni Deddy masih menginginkan mediasi lagi.

Sebab pada mediasi kedua yakni hari Rabu 24 Maret 2021 pihak PT. TR tidak hadir dan hari ini Kamis tanggal 8 April 2021 juga tidak hadir. Bahwa dari sini saja bisa diduga kalau PT TR tidak punya itikat baik kepada warga RW 3, Kalisari Damen. Lebih-lebih pihak kecamatan sepertinya ada keberpihakan, terang Muntholib.

Masih Muntholib, sebenarnya tidak ada pemikiran negatip kepada PT TR atau bahkan kepada PLT Camat yang selaku pemediasi perkara ini.

Warga RW 03 Kalisari Damen mengruduk kantor Kecamatan Mulyorejo
Warga RW 03 Kalisari Damen mengruduk kantor Kecamatan Mulyorejo

Jadi sangat wajar jika warga akhirnya mempunyai praduga-praduga, karena dari pihak PT TR sendiri tidak ada upaya untuk menyelesaikan atas tanah yang dikuasai itu. Sedangkan pihak Camat juga terkesan atau diduga keberpihakan kepada PT TR, imbuhnya.

Jadi tak ada gunanya untuk mediasi yang ke empat. Jelas kalau pihak PT TR ingin memancing kemarahan warga. Dan bila warga terpancing marah, dengan otomatis PT TR bisa mempekarakan dalam rana hukum pidana, pungkasnya.(S nto)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!