Diduga Lenyapkan Uang Kas RW 07 Villa Kalijudan Warga Datangi Kantor Kecamatan, PLT Camat Tidak Mihak Warga

 112 total views,  6 views today

 

Surabaya, Indonesia Jaya – Perselisihan yang terjadi dikepengurusan kampung RW 07 Villa Kalijudan Indah Jalan Taman Kalijudan Indah Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo Surabaya masih meruncing dengan adanya Surat Pengunduran diri dari kepengurusan RW 07 terpilih periode 2020-2023.

Polemik terjadi dikarenakan adanya dugaan penyimpangan dana kas iuran sebesar
Rp. 756.844.969 pengeluaran tidak ada bukti bon dan langsung masuk ke kas RW dimasa kepengurusan RW periode 2017-2019 yang mana Ketua RW nya Shindunata Setiawan RW 07 Villa Kalijudan, Jalan Taman Kalijudan Indah memiliki wilayah 5 (Lima) RT.

Perwakilan warga RW 07 Villa Kalijudan Indah Jalan Taman Kalijudan Indah yang mendatangi kantor kecamatan Mulyorejo untuk mempertanyakan Surat Pengunduran Diri kepengurusan RW 07 per 1 April 2021 namun sampai hari Kamis (08/04/21) pihak pengurus masih menjalankan roda kepengurusan RW 07 Kalijudan Indah.

Tapi sungguh disayangkan PLT Camat Mulyorejo tidak bisa menyelesaikan persoalan warga Villa Kalijudan RW 07. Seharusnya sebagai pemangku wilayah PLT Camat Mulyorejo seharusnya bisa menyelesaikan persoalan yang di adukan warga RW 07 yang menanyakan persoalan surat pengunduran pengurus RW 07 yang baru bukan persoalan RW yang lama dan jawaban PLT Camat melenceng jauh sama yang di pertanyakan warga. Seakan-akan PLT Camat Mulyorejo lepas tangan dari persoalan warga RW 07 Villa Kalijudan. Ada apa dengan PLT Camat Mulyorejo.

PLT Camat Mulyorejo Deddy Shyarial, setelah bertemu dengan warga RW 07 Villa Kalijudan mengatakan” polemik ini sudah masuk keranah hukum dan sudah diperiksa, untuk pengurus dibekukan tidak bisa sebelum ada keputusan dari kepolisian jadi kami tidak bisa apa-apa. Intinya sebenarnya warga harus menyelesaikan sendiri dan kami sebagai pemangku wilayah juga mempunyai tanggung jawab”.

Ditemui awak media, Tim Verifikasi setelah bertemu dengan Camat Mulyorejo mengatakan ” kami datang kesini untuk mempertanyakan kepada Bapak Camat terkait Surat Pengunduran Diri pengurus RT 1 – 5, RW 07 Villa Kalijudan Indah yang mana per 1 April 2021 sudah menyatakan mundur diri tapi kenapa kok masih aktif dipengurusan “.

Sebenarnya kami ini tidak ada masalah dengan kepengurusan RW 07 VKI periode sekarang, yang kami masalahkan yaitu kepengurusan RW 7 yang terdahulu tahun 2017 yang mana ada indikasi kecurangan dalam keuangan kas RT dari kas RT 1 – RT 5 itu masuk semua ke kas RW dengan pengeluaran satu pintu, jelas Tim Verifikasi.

Pak Heri mewakili warga villa kalijudan
Pak Heri mewakili warga villa kalijudan

Di tempat terpisah beberapa warga yang di wakili salah satu warga menambahkan, “Kami sebagai warga mempertanyakan laporan kas keuangan dan yang didapatkan warga tidak sesuai apa yang diharapkan dengan laporan keuangan bendahara RW 07, dari sini kami mempertanyakan karena pengeluaran keuangan warga setiap RT tidak sama dan tidak sebesar seperti yang ada dilaporan pertanggung jawaban.

Setelah warga memanggil tiem audit independen banyak ditemukan pengeluaran yang tidak ada bukti Bon sampai ratusan juta.

Kami meminta kepada Bapak Camat untuk segera memproses surat pengunduran diri pengurus RW 07 Villa Kalijudan indah yang sudah diedarkan oleh pengurus RW 07 dan juga sudah di tandatangani oleh semua pihak mulai RT 1- RT 5, dan kami meminta untuk kepengurusan yang akan datang uang kas itu biar dikelolah oleh masing masing RT seperti terdahulu, karena poksi pengeluaran setiap RT itu tidak sama, dan kami siap untuk mencari pengurus yang baru biar roda kepengurusan RW 07 berjalan lagi, tambah warga VKI.

Disisi lain ternyata ada pula persoalan lain yang dikeluhkan oleh warga tentang semua pekerja bagian kebersihan juga dipecat(PHK) oleh pengurus tanpa sebab. Saat awak media menemui nara sumber (beberapa tenaga kebersihan) untuk menanyakan apa tahu alasan tentang pemecatan tersebut.

“Menurut beberapa sumber yang tidak mau namanya disebut menuturkan “, kami ini dipecat tanpa mengerti apa kesalahan kami dan kami saat ini gak tau mesti kerja apa untuk menyambung hidup.

Menurut keterangan nara sumber alasan mereka diberhentikan karena para pengurus RW 07 mengundurkan diri. Itu pun mereka jika ditanyai warga disuruh mengakui ikut mengundurkan diri juga.Kami berharap untuk pengurus yang baru kami dipanggil kembali untuk bekerja lagi, karena setahu kami konflik yang terjadi kan tidak ada hubungannya dengan kami, kenapa kami jadi korban, “tandasnya”

Dari keterangan para nara sumber mereka bekerja cukup lama di kompleks villa kalijudan sekitar 5 tahun sampai 8 tahunan dan pemberhentian mereka memang mendapat pesangon yang bervariasi anrara 1 juta untuk pekerja yang tergolong baru sampai 3 juta untuk yg pekerja lama diatas 5 tahun. Itu pun dipotong hutang.

Jika mengacu pada undang undang tentang tenaga kerja no.13 th 2003 pasal 156 ayat (2) tentang pesangon : masa kerja kurang dari 1 tahun mendapat pesangon 1 bulan upah. Masa kerja 3 tahun/kurang dari 4 tahun mendapat 4 bulan gaji. Dan jika lebuh dari 4-5 tahun mendapat 5 bulan upah. Diduga pengurus melakukan pelanggaran tentang pemberian pesangon kepada pekerja yang diberhentikan sepihak. (S nto)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!